Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 30 September 2026 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melanjutkan rencana pembangunan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan IV di Kabupaten Maros.
- Bypass Mamminasata Segmen III-IV berlokasi di Kabupaten Maros
- Kebutuhan lahan lanjutan mencapai 124.243,62 meter persegi atau 12,42 hektare
- Wilayah terdampak berada di Kecamatan Turikale, Mandai, dan Tanralili
- Sebanyak 31,75 hektare dari total kebutuhan 44,17 hektare telah dibebaskan
- Pekerjaan fisik direncanakan berlangsung pada 2027-2030
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel Ishaq Iskandar mengatakan proyek itu ditujukan untuk memperkuat konektivitas kawasan Metropolitan Mamminasata serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
“Pembangunan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan Segmen IV ini merupakan bagian esensial dari pengembangan jaringan jalan untuk meningkatkan konektivitas kawasan Metropolitan Mamminasata,” kata Ishaq, Rabu.
Kebutuhan lahan
Berdasarkan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah, kebutuhan lahan untuk kelanjutan kedua segmen mencapai 124.243,62 meter persegi atau sekitar 12,42 hektare.
Lokasinya mencakup Kelurahan Pettuadae dan Taroada di Kecamatan Turikale, Desa Bonto Mate’ne di Kecamatan Mandai, serta Desa Damai dan Kurusumangae di Kecamatan Tanralili.
Total kebutuhan lahan proyek Bypass Mamminasata mencapai 44,17 hektare. Pemprov menyebut 31,75 hektare telah dibebaskan pada tahap sebelumnya.
Jadwal pembangunan
Pengadaan tanah dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil sesuai ketentuan. Pemprov menargetkan proses tersebut selesai pada 2026.
Pekerjaan fisik Segmen III dan IV direncanakan berlangsung pada 2027-2030. Jalan ini diproyeksikan mengurangi beban lalu lintas, memperkuat akses ke pusat ekonomi, dan mendukung konektivitas menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.















