Bisnis

BYAN Bantah Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam

Avatar of Sulsel Times
0
×

BYAN Bantah Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam

Sebarkan artikel ini
BYAN Bantah Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam
BYAN Bantah Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 23/08/2026 — PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menampik rumor pengambilalihan 62,2% saham oleh Haji Isam dan menegaskan tidak mengetahui rencana akuisisi tersebut.

Ringkasnya…
  • BYAN menampik rumor akuisisi 62,2% saham oleh Haji Isam
  • Corporate Secretary Jenny Quantero: tidak ada rencana pengambilalihan
  • Pengendali saham Low Tuck Kwong dan Elaine Low menguasai 62,253%
  • Tidak ada dampak material pada operasional dan keuangan
  • Perusahaan berkomitmen patuh keterbukaan informasi BEI
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham sebagaimana beredar di pasar.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Sampai dengan tanggal surat ini perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan atau akuisisi sekitar 62,2% saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi,” kata Jenny Quantero, Corporate Secretary PT Bayan Resources Tbk, Minggu, 23/08/2026.

Kepemilikan saham pengendali

Berdasarkan laporan kepemilikan saham Dato’ Low Tuck Kwong menguasai 40,251% saham dan Elaine Low menguasai 22,002%. Gabungan kepemilikan keduanya mencapai 62,253% mendekati angka yang disebut dalam rumor.

Jenny menambahkan pemegang saham pengendali menyampaikan bahwa sebagai investor mereka dapat mempertimbangkan peluang untuk memaksimalkan investasi dari waktu ke waktu.

Tidak ada dampak material

Perseroan menegaskan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan terkait informasi yang beredar tersebut.

Rumor pasar menyebut nilai transaksi potensial mencapai Rp358,17 triliun berdasarkan harga penutupan saham Rp17.275 per lembar. Nilai tersebut merupakan estimasi pasar dan bukan nilai transaksi resmi.

BYAN menyatakan tidak memiliki informasi mengenai pihak terlibat struktur transaksi maupun porsi saham yang akan dialihkan. Perusahaan berkomitmen memenuhi ketentuan pasar modal dan kewajiban keterbukaan informasi apabila ada fakta material yang wajib diungkapkan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *