Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, Mei 16, 2026 — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia perlu menjajaki berbagai skema kerja sama perdagangan di tengah dinamika global. Salah satu yang didorong adalah pemanfaatan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) untuk membuka peluang pasar sekaligus memperkuat kebutuhan industri dalam negeri.
- Airlangga jajaki kerja sama industri dengan Belarus
- Manfaatkan Indonesia-EAEU FTA untuk akses pasar dan pasokan
- Fokus pada alat berat dan mekanisasi pertanian
- Pernyataan Menko Perekonomian, Sabtu, 16 Mei 2026
- Peluang memperkuat industrialisasi dalam negeri
Menurut Airlangga, optimalisasi perjanjian tersebut tidak hanya menyasar akses pasar bagi produk ekspor Indonesia ke kawasan Eurasia, tetapi juga memetakan kebutuhan barang strategis Indonesia yang dapat dipasok oleh negara-negara anggota, khususnya Belarus.
“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman memproduksi berbagai alat berat yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu, Mei 16, 2026.
Airlangga Dorong Optimalisasi FTA untuk Kebutuhan Strategis
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas pasar nontradisional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Indonesia–EAEU FTA mencakup negara-negara seperti Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgistan.
Dengan memanfaatkan perjanjian tersebut, Indonesia tidak hanya mengincar ekspor produk unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan tekstil, tetapi juga mengidentifikasi barang modal yang dibutuhkan industri dalam negeri.
Airlangga menekankan bahwa Belarus memiliki keunggulan di sektor alat berat, traktor, dan mesin pertanian. Produk-produk ini dinilai dapat mendukung program mekanisasi pertanian dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Kami akan terus menjajaki peluang konkret bersama mitra di Belarus agar kerja sama ini dapat segera terwujud,” tambahnya.
Prospek dan Tantangan Kerja Sama
Kerja sama dengan Belarus melalui jalur FTA EAEU diharapkan mampu mempercepat hilirisasi industri dan transfer teknologi. Namun, tantangan seperti logistik, perbedaan regulasi, dan standar produk perlu diantisipasi.
Pemerintah Indonesia berencana membentuk tim teknis untuk memetakan potensi impor alat berat dari Belarus serta menyusun skema pembiayaan yang menguntungkan kedua pihak.
Penjajakan kerja sama ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk diversifikasi mitra dagang di tengah ketegangan geopolitik.
Dengan memanfaatkan FTA yang ada, Indonesia berpeluang memperkuat fondasi industri nasional sekaligus memperluas akses pasar ke kawasan Eurasia.












