Bisnis

Minat IPO di BEI Masih Sepi, Hanya Tujuh Emiten hingga Agustus 2026

Avatar of Sulsel Times
0
×

Minat IPO di BEI Masih Sepi, Hanya Tujuh Emiten hingga Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pelaku pasar memantau grafik saham dan dokumen penawaran umum
Ilustrasi dibuat dengan bantuan AI untuk Sulsel Times; bukan foto peristiwa.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta — Aktivitas penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terbatas sepanjang 2026.

Ringkasnya…
  • Hingga akhir Agustus 2026, tujuh perusahaan mencatatkan saham di BEI
  • Total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun
  • Jumlah IPO turun sekitar 68,2 persen dibandingkan periode sama 2025
  • OJK mencatat tujuh perusahaan masih berada dalam antrean IPO per 6 September 2026
  • Target dana maksimal dari antrean IPO mencapai sekitar Rp4,02 triliun
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Data BEI yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan tujuh perusahaan mencatatkan saham hingga akhir Agustus 2026 dengan dana dihimpun sekitar Rp2,16 triliun.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pada periode Januari–Agustus 2025, terdapat 22 perusahaan yang melaksanakan IPO dengan total dana sekitar Rp10,39 triliun.

Dengan perbandingan tersebut, jumlah IPO turun sekitar 68,2 persen, sedangkan nilai penghimpunan dana turun sekitar 79,2 persen.

Ketidakpastian Global Memengaruhi Waktu IPO

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menyebut dinamika pasar global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik memengaruhi waktu pelaksanaan penawaran umum.

OJK tetap menilai kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten, bukan sekadar mengejar jumlah perusahaan yang melantai di bursa.

Tujuh Perusahaan Masuk Antrean

Per 6 September 2026, OJK mencatat tujuh perusahaan masih berada dalam antrean proses IPO dengan target penghimpunan dana maksimal sekitar Rp4,02 triliun.

Sejumlah rencana belum memperoleh persetujuan karena kualitas keterbukaan informasi masih perlu ditingkatkan.

OJK menargetkan penghimpunan dana pasar modal sebesar Rp250 triliun pada 2026. Realisasi hingga 6 September tercatat sekitar Rp148,3 triliun.

OJK dan BEI melanjutkan sosialisasi serta pendampingan di sejumlah daerah untuk mendorong perusahaan yang siap masuk pasar modal.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *