Bisnis

OJK Ingatkan Investor Bahaya Penipuan Saham Pakai Deepfake dan AI

Avatar of Sulsel Times
0
×

OJK Ingatkan Investor Bahaya Penipuan Saham Pakai Deepfake dan AI

Sebarkan artikel ini
OJK Ingatkan Investor Bahaya Penipuan Saham Pakai Deepfake dan AI
OJK Ingatkan Investor Bahaya Penipuan Saham Pakai Deepfake dan AI
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 14/10/2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan investasi di pasar modal yang memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk deepfake.

Ringkasnya…
  • OJK mengingatkan risiko penipuan investasi menggunakan deepfake dan AI
  • Deepfake dapat menghasilkan video atau suara palsu mirip tokoh publik atau profesional keuangan
  • Pelaku penipuan juga menggunakan identitas lembaga keuangan resmi dengan janji keuntungan tinggi tanpa risiko
  • Edi Broto Suwarno, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, menyampaikan peringatan tersebut dalam acara Ring The Bell For Financial Literacy 2026
  • Investor disarankan mengikuti tiga langkah: memeriksa informasi, memahami produk, dan memastikan kebenaran transaksi sebelum berinvestasi
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Teknologi deepfake dapat digunakan untuk membuat video maupun suara yang menyerupai tokoh publik atau profesional keuangan, yang kemudian dipromosikan sebagai rekomendasi investasi.

Scroll Kebawah
Advertisement

Edi Broto Suwarno, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, mengatakan bahwa kemudahan akses informasi digital juga dapat disalahkan oleh pelaku penipuan.

“Saat ini mungkin teknologi deepfake ya, ini dapat digunakan untuk membuat video atau suara yang menyerupai tokoh publik maupun profesional keuangan seolah-olah sedang merekomendasikan investasi tertentu,” ujar Edi dalam sambutannya di Ring The Bell For Financial Literacy 2026 di Gedung BEI, Rabu, 14/10/2026.

Selain deepfake, Edi mengingatkan adanya pihak yang menggunakan identitas lembaga keuangan resmi untuk menawarkan investasi dengan janji keuntungan tinggi tanpa risiko.

Masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima informasi investasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan.

Modus Penipuan Baru

Edi menyarankan tiga langkah sederhana sebelum mengambil keputusan investasi, yakni memeriksa informasi sebelum mempercayainya, memahami produk sebelum berinvestasi, serta memastikan kebenaran dan tujuan transaksi sebelum mentransfer uang.

Langkah ini penting untuk menghindari penipuan dan memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi.

Edi juga menekankan bahwa teknologi yang terlihat canggih tidak menjamin kebenaran informasi.

“Legal and logic, legal dan logis,” katanya.

Masyarakat tidak boleh menyerahkan data pribadi, kata sandi, PIN, maupun satu kali password (OTP) kepada pihak lain.

Saran Investasi yang Bijak

Investasi bukanlah perlombaan untuk menjadi kaya dalam waktu singkat, melainkan proses membangun kesejahteraan secara terencana dan berkelanjutan, ujar Edi.

Investor perlu memahami kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan prospek perusahaan yang sahamnya dibeli.

Keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada popularitas saham di media sosial atau ketakutan tertinggal tren (FOMO).

Edi menegaskan bahwa investor cerdas perlu memiliki pengetahuan dasar yang cukup untuk mengambil keputusan secara independen.

Investor juga perlu membangun ketahanan menghadapi dinamika pasar modal, karena harga saham dapat naik dan turun.

Edi menyarankan untuk menetapkan tujuan investasi yang jelas, menyiapkan dana darurat, melakukan diversifikasi portofolio, dan berinvestasi sesuai kemampuan keuangan serta profil risiko.

“Yang perlu kita bangun bukan sekadar keberanian untuk berinvestasi, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko yang menyertai investasi tersebut,” tutup Edi.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *