Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 24/09/2026 — Anggota Polrestabes Makassar mengalami patah tulang usai diserang geng motor yang membawa busur saat melaksanakan patroli di Jalan Haji Bau, Kecamatan Mariso.
- Anggota Polrestabes Makassar patah tulang usai diserang geng motor busur
- Insiden terjadi saat patroli di Jalan Haji Bau, Kecamatan Mariso
- Pelaku berusia 15 tahun berhasil diamankan dengan barang bukti busur
- Kapolrestabes Arya Perdana: 75 persen pelaku geng motor busur di Makassar adalah anak-anak
- Korban Aipda Heru masih menjalani perawatan dan kontrol di RS Bhayangkara
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan korban telah mendapat perawatan maksimal di Rumah Sakit Bhayangkara dan masih menjalani kontrol lanjutan.
“Anggota sudah dirawat secara maksimal di rumah sakit Bhayangkara. Kemarin masih dirawat, masih kontrol lebih lanjut,” kata Arya, Kamis, 24/09/2026.
Kronologi Insiden
Kejadian bermula saat tim Trisula Polrestabes melakukan patroli dan menemukan kelompok diduga geng motor.
Saat dikejar, salah satu anggota dipanah busur dan ditabrak dari belakang hingga terjatuh dan tangannya patah.
Polisi berhasil mengamankan satu pelaku berusia 15 tahun.
Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti berupa busur yang disimpan di dalam sepeda motor.
“Untuk pelaku juga sudah ditangkap dengan barang bukti, ada panah busur yang disimpan dalam motornya,” imbuhnya.
Mayoritas Pelaku Anak-Anak
Arya mengungkap data menunjukkan 75 persen pelaku kekerasan geng motor busur di Makassar didominasi anak-anak.
“Nah ini yang selalu kami sampaikan kepada semua masyarakat bahwa 75 persen pelaku kekerasan, geng motor, juga parah busur di kota kita ini, kota Makassar ini rata-rata adalah anak-anak,” tandasnya.
Ia menegaskan fenomena ini memerlukan perhatian bersama agar tidak terulang.
Korban personel yang mengalami cedera adalah Aipda Heru dari Opsnal Polrestabes Makassar.
Polisi terus mendalami kasus ini.














