Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 21/08/2026 — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat laba bersih Rp4,15 triliun pada semester I-2026, tumbuh 11 persen secara tahunan, dengan kontribusi besar dari bisnis emas yang melesat.
- BSI catat laba Rp4,15 triliun semester I-2026, naik 11 persen YoY
- Fee based income melonjak lebih dari 38 persen ke atas Rp4 triliun
- Bisnis emas tumbuh 92 persen, pembiayaan emas naik 80,52 persen ke Rp30,4 triliun
- Pembiayaan total mencapai Rp340,09 triliun, tumbuh 15,98 persen
- Rasio NPF gross membaik ke 1,8 persen, NPF net di 0,33 persen
Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan pertumbuhan laba ditopang lonjakan pendapatan berbasis biaya atau fee based income yang naik lebih dari 38 persen.
“Fee based income BSI mencapai lebih dari Rp4 triliun di setengah tahun ini,” kata Ade Cahyo Nugroho dalam Konferensi Pers BSI, Jumat, 21/08/2026.
Bisnis emas menjadi motor utama pertumbuhan fee based income tersebut. Pendapatan dari lini bisnis emas tumbuh 92 persen secara tahunan, terutama ditopang produk gadai dan tabungan emas di tengah aktivitas treasury yang juga menunjukkan kenaikan.
Pembiayaan Emas Melonjak 80 Persen
Pertumbuhan bisnis emas juga terlihat dari sisi pembiayaan. Pembiayaan emas BSI naik 80,52 persen secara tahunan menjadi Rp30,4 triliun.
Chief Risk Officer BSI Grandhis Helmi Harumansyah memastikan pertumbuhan tersebut dibarengi kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio imbal hasil pembiayaan emas mencapai sekitar 12,4 persen, sementara non-performing financing atau NPF bisnis emas hanya 0,11 persen.
“Segmen consumer, gold, dan card ini tetap menjadi kontributor utama atau bagian terbesar dari total pembiayaan BSI yaitu lebih dari separuh, 55,65 persen,” kata Grandhis Helmi Harumansyah, Jumat, 21/08/2026.
Pembiayaan Total Tumbuh Hampir 16 Persen
Dari sisi intermediasi, total pembiayaan BSI mencapai Rp340,09 triliun atau naik 15,98 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang segmen wholesale banking yang meningkat 16,62 persen, terutama pembiayaan korporasi yang melonjak 21,13 persen.
Di segmen retail, pembiayaan BSI tumbuh 12,58 persen pada kuartal II-2026 dengan kontribusi besar dari pembiayaan UMKM yang naik 19,98 persen. Segmen consumer, gold, dan card yang menjadi basis utama bisnis BSI turut meningkat 16,70 persen.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga BSI juga mencatatkan kinerja solid ditopang pertumbuhan tabungan lebih dari 22 persen. Kenaikan terjadi di berbagai produk tabungan, baik wadiah maupun non-wadiah, yang seluruhnya mencatat pertumbuhan dua digit.
Kualitas Aset Membaik
Kualitas aset BSI secara keseluruhan menunjukkan perbaikan. Rasio kredit macet atau NPF gross turun ke 1,8 persen, sementara NPF net berada di level 0,33 persen.
Dengan kombinasi pertumbuhan fee based income yang solid, ekspansi pembiayaan yang terjaga, serta kualitas aset yang membaik, BSI mempertahankan laju pertumbuhan laba dua digit di semester I-2026.















