Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 11/08/2026 — PT Gaya Makmur Mobil mencatat pertumbuhan penjualan 30 persen year on year di semester pertama 2026 meski sektor pertambangan menunda pembelian truk dan alat berat akibat pemangkasan RKAB dan kenaikan biaya BBM.
- Penjualan GM Mobil tumbuh 30% yoy semester I-2026
- Target pertumbuhan penuh tahun 50%
- Sektor pertambangan tunda beli truk alat berat
- Pemicu: pemangkasan RKAB dan biaya BBM
- Kontrak jangka panjang jadi penopang permintaan
Distributor truk dan alat berat PT Gaya Makmur Mobil (GM Mobil) mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis. Penjualan semester pertama 2026 naik 30 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan itu melanjutkan tren naik 30 hingga 60 persen per tahun sejak 2021. Manajemen menargetkan kenaikan 50 persen untuk seluruh 2026.
“Kesadaran pengusaha soal kebutuhan truk dengan harga bersaing dan jaringan service kuat jadi pendorong,” kata Frankie Makaminang, Presiden Direktur PT Gaya Makmur Mobil, Selasa, 11/08/2026.
Tekanan pada Sektor Pertambangan
Sektor pertambangan menunjukkan perlambatan. Para penambang menunda pembelian unit baru.
Dua faktor utama memicu penundaan yaitu pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM).
Namun permintaan tidak sepenuhnya mati. Sejumlah penambang dengan kontrak jangka panjang tetap butuh peremajaan armada truk.
Dinamika ini menciptakan sentimen campuran bagi bisnis distributor alat berat di kuartal kedua 2026.












