Viral

Mahasiswa di China Alami Gangguan Pendengaran Setelah 4 Jam Dengar Suara Jangkrik

Avatar of Sulsel Times
0
×

Mahasiswa di China Alami Gangguan Pendengaran Setelah 4 Jam Dengar Suara Jangkrik

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa di China Alami Gangguan Pendengaran Setelah 4 Jam Dengar Suara Jangkrik
Mahasiswa di China Alami Gangguan Pendengaran Setelah 4 Jam Dengar Suara Jangkrik
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 07/08/2026 — Seorang mahasiswa berusia 18 tahun di China mengalami gangguan pendengaran sementara setelah terpapar suara jangkrik selama sekitar empat jam saat berkemah di kawasan hutan.

Ringkasnya…
  • Mahasiswa berusia 18 tahun di China
  • Gangguan pendengaran sementara akibat suara jangkrik selama 4 jam
  • Paparan di atas 85 desibel berisiko merusak pendengaran
  • Dokter THT Li Ji dari Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Ningbo
  • Peristiwa terjadi di Ningbo, Provinsi Zhejiang
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Dilansir dari South China Morning Post, peristiwa ini memicu diskusi di media sosial China. Sebagian warganet mengaku baru mengetahui bahwa suara alam yang keras dalam waktu lama juga dapat berdampak pada kesehatan pendengaran.

Scroll Kebawah
Advertisement

Mahasiswa bermarga Yang itu berkemah di kawasan hutan di Ningbo, Provinsi Zhejiang. Ia berada di tengah suara kumpulan jangkrik yang sangat nyaring selama kurang lebih empat jam tanpa pelindung telinga.

Beberapa jam kemudian, Yang merasakan telinganya terasa penuh dan sedikit bengkak. Ia juga kesulitan mendengar suara bernada tinggi, seperti kicauan burung dan bunyi notifikasi ponsel.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosisnya mengalami gangguan pendengaran sementara akibat paparan kebisingan. Kondisinya berangsur pulih setelah mendapatkan penanganan medis dan menghindari lingkungan bising selama sekitar dua pekan.

Penjelasan Dokter THT

Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Ningbo, Li Ji, mengatakan kasus serupa cukup sering ditemukan setiap musim panas.

Menurut Li, banyak orang mengira suara yang berasal dari alam tidak berpotensi membahayakan pendengaran. Padahal, intensitas suara dapat meningkat ketika dihasilkan secara bersamaan oleh banyak jangkrik.

Li menjelaskan bahwa seekor jangkrik umumnya menghasilkan suara sekitar 70 desibel, yang masih tergolong aman. Namun, jika terdengar dalam jumlah besar, tingkat kebisingannya dapat melampaui 85 desibel. Angka tersebut merupakan ambang yang berisiko menyebabkan kerusakan pendengaran apabila paparan berlangsung cukup lama.

Risiko Kerusakan Permanen

Li menerangkan, paparan suara keras dapat menyebabkan sel-sel rambut halus di koklea mengalami pembengkakan. Bila kondisinya masih ringan, fungsi pendengaran biasanya dapat kembali normal setelah beristirahat dari kebisingan selama satu hingga dua minggu.

Sebaliknya, jika kerusakan sudah menyebabkan kematian sel-sel rambut di telinga bagian dalam, kondisi tersebut bersifat permanen. Sel tersebut tidak dapat beregenerasi, sehingga penderita umumnya membutuhkan alat bantu dengar.

Li juga mengungkapkan pengalaman menangani seorang tukang kebun berusia 60 tahun yang selama bertahun-tahun bekerja memangkas pohon di area yang dipenuhi suara jangkrik. Pria tersebut akhirnya mengalami gangguan pendengaran permanen yang membuatnya sulit mendengar percakapan bernada rendah maupun suara perempuan.

Kisah mahasiswa tersebut pun memancing beragam tanggapan di media sosial China. Sebagian warganet mengaku baru mengetahui bahwa suara alam yang terdengar keras dalam waktu lama juga dapat berdampak pada kesehatan pendengaran, sementara lainnya menanggapinya dengan komentar bernada humor.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa suara keras, termasuk suara alam, tetap berisiko jika didengar terlalu lama. Menggunakan pelindung telinga atau menjauhi sumber suara bising bisa menjadi langkah pencegahan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *