Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 28/08/2026 — Seorang wanita di China mengalami gangguan otak serius setelah menjalani diet ekstrem hanya mengonsumsi air putih selama 15 hari dan berhasil menurunkan berat badan 20 kilogram.
- Wanita China mengalami ensefalopati Wernicke
- Turun 20 kg dalam 15 hari puasa air
- Dokter Sun Guifang RS Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou
- Henan, China
- Gangguan jalan dan memori berpotensi permanen
Wanita berusia 31 tahun asal Provinsi Henan itu memiliki tinggi 160 sentimeter dengan berat awal 70 kilogram. Ia menjalani praktik puasa tradisional bernama bigu dengan tidak memakan makanan sama sekali selama dua pekan lebih.
Berat badannya turun drastis menjadi 50 kilogram. Namun, penurunan cepat itu diikuti gejala kesehatan mengkhawatirkan berupa kesulitan berjalan dan gangguan daya ingat.
Ahli neurologi Sun Guifang dari Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou mendiagnosis pasien mengalami ensefalopati Wernicke. Kondisi ini timbul akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamin yang parah.
“Cara berjalan pasien menyerupai penguin. Sebagian gangguan yang dialami berpotensi sulit pulih sepenuhnya,” kata Sun Guifang, Ahli Neurologi Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou, Jumat, 28/08/2026.
Apa Itu Bigu dan Mengapa Berisiko
Bigu berasal dari tradisi Taoisme yang bermakna menghindari konsumsi biji-bijian. Dalam perkembangannya, praktik ini sering dikaitkan dengan tujuan spiritual, detoksifikasi, maupun penurunan berat badan cepat.
Tagar topik ini telah meraih ratusan juta tayangan di media sosial China. Sejumlah pengguna mengaku berhasil menurunkan berat badan dengan metode serupa.
Namun, dokter menegaskan tubuh tetap membutuhkan asupan energi, vitamin, mineral, dan protein untuk fungsi organ normal. Puasa ekstrem tanpa pengawasan medis berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi dan komplikasi organ yang parah.
Kasus Serupa Telah Menjiwai Korban Jiwa
Pada 2020, seorang pria 26 tahun dari Provinsi Heilongjiang dilaporkan meninggal dunia setelah hanya minum air selama 52 hari. Sebelum wafat, ia mengalami gejala menyerupai demensia.
Kasus lain melibatkan wanita di Provinsi Zhejiang. Ia kehilangan 5 kilogram dalam seminggu dengan air dan “pil energi”. Akibatnya, ia menderita kerusakan lapisan usus parah, infeksi bakteri di aliran darah, dan hipokalemia yang mengancam nyawa.
Para ahli secara konsisten menganjurkan penurunan berat badan secara bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik terukur. Metode diet drastis yang memicu penurunan berat cepat dalam waktu singkat sebaiknya dihindari tanpa pendampingan tenaga kesehatan profesional.









