Bisnis

Buat Perkuat Rupiah, Ekonom Hitung RI Butuh Investasi Asing US$ 11 M

Avatar of Sulsel Times
0
×

Buat Perkuat Rupiah, Ekonom Hitung RI Butuh Investasi Asing US$ 11 M

Sebarkan artikel ini
Buat Perkuat Rupiah, Ekonom Hitung RI Butuh Investasi Asing US$ 11 M
Buat Perkuat Rupiah, Ekonom Hitung RI Butuh Investasi Asing US$ 11 M
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 09/07/2026 — Indonesia membutuhkan tambahan investasi asing hingga US$ 11 miliar di paruh kedua tahun 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Perkiraan itu disampaikan oleh Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian.

Ringkasnya…
  • Indonesia butuh tambahan arus modal asing US$ 8-11 miliar
  • Semester II 2026 menjadi periode penentu stabilitas rupiah
  • Fakhrul Fulvian, Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia
  • Stabilitas rupiah bergantung pada konsolidasi fiskal dan kebijakan moneter
  • Investor asing masih wait and see karena ketidakpastian makroekonomi
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Butuh Arus Modal Asing yang Lebih Besar

Fakhrul Fulvian menekankan bahwa arus modal asing sangat penting untuk memperkuat neraca pembayaran Indonesia. Ia mengatakan Indonesia tidak boleh cepat puas dengan kondisi saat ini.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Indonesia masih membutuhkan tambahan arus modal asing yang cukup besar agar keseimbangan neraca pembayaran semakin kuat. Oleh karena itu kita tidak boleh cepat berpuas diri,” kata Fakhrul, Kamis, 09/07/2026.

Menurutnya, peningkatan posisi investor asing pada Semester II 2026 sebesar US$ 8-11 miliar diperlukan untuk menjaga kestabilan rupiah.

Tiga Faktor Utama Keputusan Investor

Fakhrul menjelaskan ada tiga faktor yang menentukan keputusan investor asing. Pertama adalah konsistensi konsolidasi fiskal pemerintah.

Kedua adalah proses normalisasi yield obligasi pemerintah yang harus menarik. Ketiga adalah kepastian arah kebijakan moneter.

“Investor global selalu membandingkan Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Kalau kita mampu menawarkan kombinasi antara fundamental yang kuat, yield yang kompetitif, dan kebijakan yang kredibel, saya optimistis partisipasi investor asing akan terus meningkat pada Semester II,” ujar Fakhrul.

Ia menambahkan bahwa pergerakan rupiah pada Semester II akan lebih ditentukan oleh kombinasi kebijakan fiskal dan moneter. Stabilitas rupiah tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pasar atau pengelolaan likuiditas.

“Stabilitas rupiah pada akhirnya harus dibangun melalui kombinasi kebijakan yang saling mendukung. Fiskal yang kredibel, pasar obligasi yang menarik, serta komunikasi kebijakan yang konsisten akan jauh lebih efektif,” kata Fakhrul.

Dampak Pelemahan Rupiah pada Investor Industri

CEO Leeds Property Hendra Hartono mengungkapkan bahwa ketidakstabilan rupiah merusak kalkulasi jangka panjang investor. Mereka cenderung menunda masuk ke Indonesia jika rupiah terus melemah.

“Kalau rupiah lagi gonjang-ganjing begini, investor asing tidak bakal langsung masuk. Walaupun mereka melihat rupiah murah, mereka justru sedang menghitung how low can it go? Kalau beli sekarang, nanti kalau rupiah terus melemah mereka makin rugi,” kata Hendra, Kamis, 09/07/2026.

Ia menjelaskan siklus masuknya investor asing dimulai dari menyewa hotel, berkonsultasi dengan pengacara, menyewa apartemen, lalu kantor, dan baru pada tahap akhir membeli lahan atau pabrik. Sektor industri menjadi yang paling rentan terdampak pelemahan rupiah karena investor menghindari komitmen jangka panjang.

“Sektor industri ini paling rentan di antara semuanya untuk pelemahan rupiah ini. Kalau rupiah terus melemah, orang tidak akan melihat jangka panjang. Akhirnya semua orang bilang ‘saya sewa saja pabrik’. Nah, itu yang kita tidak mau. Kita maunya mereka beli lahan, bukan cuma sewa-sewa terus besok-besok bisa exit,” tegas Hendra.

Dengan kondisi tersebut, para ekonom menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang kredibel. Hal itu diyakini mampu mengembalikan kepercayaan investor asing dan menjaga stabilitas rupiah ke depannya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *