Bisnis

IHSG Tertekan, OJK Beberkan 11 Perusahaan Antre IPO hingga Akhir Juni 2026

Avatar of Sulsel Times
0
×

IHSG Tertekan, OJK Beberkan 11 Perusahaan Antre IPO hingga Akhir Juni 2026

Sebarkan artikel ini
IHSG Tertekan, OJK Beberkan 11 Perusahaan Antre IPO hingga Akhir Juni 2026
IHSG Tertekan, OJK Beberkan 11 Perusahaan Antre IPO hingga Akhir Juni 2026
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 07/07/2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan masih ada 11 perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) dalam pipeline hingga akhir Juni 2026, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ringkasnya…
  • 11 perusahaan antre IPO hingga akhir Juni 2026
  • Total fundraising Rp112,67 triliun sepanjang 2026
  • Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hasan Fawzi
  • IHSG turun 34,74% year-to-date ke level 5.643,19
  • RNTH saham Rp22,23 triliun per Juni 2026
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pipeline IPO dan Kinerja Pasar Modal

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers virtual, Selasa, 07/07/2026.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Masih terdapat 11 rencana penawaran umum di dalam pipeline,” ujarnya.

Hasan memaparkan, nilai fundraising korporasi di pasar modal telah mencapai Rp112,67 triliun sepanjang tahun ini.

Dana yang dihimpun melalui Securities Crowdfunding (SCF) mencapai Rp1,98 triliun.

Di pasar keuangan derivatif, volume transaksi secara akumulatif mencapai 235.343 lot.

Sementara di bursa karbon, tercatat 155 pengguna jasa yang telah terdaftar dengan volume transaksi 1,98 juta ton CO2 equivalent dan akumulasi nilai transaksi Rp93,81 miliar hingga Juni 2026.

Kondisi IHSG dan Prospek

IHSG hingga akhir Juni 2026 masih tertekan 34,74% year-to-date ke level 5.643,19.

Hasan Fawzi mengatakan kondisi pasar saham tersebut masih berada pada fase konsolidasi.

“Hal ini dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global, persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik, serta adanya penyesuaian atau rebalancing portfolio investor,” tuturnya.

Memasuki awal Juli 2026, tekanan di pasar terpantau mereda dan OJK akan terus mencermati perkembangan pasar saham.

Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga.

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham per Juni 2026 tercatat sebesar Rp22,23 triliun, turun dibandingkan bulan Mei 2026 yang tercatat di angka Rp22,86 triliun.

OJK optimistis aktivitas penghimpunan dana tetap positif meskipun IHSG belum pulih.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *