Viral

Viral di China, Perempuan Ini Tak Bisa Tidur dengan Mata Tertutup Akibat Oplas Gagal

Avatar of Sulsel Times
0
×

Viral di China, Perempuan Ini Tak Bisa Tidur dengan Mata Tertutup Akibat Oplas Gagal

Sebarkan artikel ini
Viral di China, Perempuan Ini Tak Bisa Tidur dengan Mata Tertutup Akibat Oplas Gagal
Viral di China, Perempuan Ini Tak Bisa Tidur dengan Mata Tertutup Akibat Oplas Gagal
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 4 Juni 2026 — Seorang perempuan di China bernama Wang mengalami gangguan serius setelah menjalani operasi plastik kelopak mata enam tahun lalu. Ia tidak bisa menutup mata saat tidur dan kini menghadapi masalah hukum setelah menerima kompensasi dari klinik ilegal.

Ringkasnya…
  • Operasi kelopak mata gagal
  • Biaya 12.000 yuan (Rp27 juta)
  • Wang dan Klinik Meixi
  • Suzhou, Juni 2020
  • Disabilitas tingkat sembilan dan masalah psikologis
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kronologi Operasi dan Komplikasi

Wang menjalani operasi pembentukan kelopak mata ganda di Klinik Bedah Kosmetik Meixi, Suzhou, Provinsi Jiangsu, pada Juni 2020. Prosedur tersebut menghabiskan biaya sekitar 12.000 yuan atau setara Rp27 juta.

Operasi dilakukan oleh seorang perempuan bernama Meng yang mengaku sebagai direktur pemasaran klinik. Namun setelah tindakan, Wang langsung mengalami keluhan serius.

Pada malam setelah operasi, ia merasakan nyeri hebat pada mata. Kelopak mata mengalami perubahan posisi yang tidak normal dan terjadi penumpukan cairan di area mata. Kondisinya membuat Wang harus segera mendapatkan penanganan darurat di rumah sakit lain.

“Saya menelepon Meng yang mengatakan bahwa saya akan baik-baik saja dalam beberapa hari. Setelah itu, dia selalu menolak panggilan telepon saya,” kata Wang, Rabu, 3 Juni 2026.

Dokter yang menangani Wang kemudian menemukan adanya kesalahan prosedur operasi. Menurut Wang, dokter menyebut kelenjar lakrimalnya terpotong dan tindakan pada kelopak mata dilakukan secara tidak tepat. Ia pun disarankan menjalani operasi lanjutan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Meski telah menjalani tindakan korektif, kondisi matanya tidak kembali normal. Wang mengaku hingga kini masih kesulitan menutup kedua matanya secara sempurna.

Pada 2022, hasil penilaian forensik setempat menyatakan kondisi yang dialami Wang masuk kategori disabilitas tingkat sembilan.

Penyelidikan otoritas kesehatan setempat juga menemukan bahwa Meng tidak memiliki sertifikat dokter yang sah. Selain itu, klinik tempat operasi dilakukan disebut tidak memiliki izin usaha resmi. Beberapa bulan setelah kasus tersebut mencuat, klinik itu akhirnya ditutup.

“Operasi ini meninggalkan saya dengan masalah serius. Saya merasa malu untuk bekerja atau bertemu siapa pun. Saya menderita depresi dan insomnia setelah itu,” kata Wang, Rabu, 3 Juni 2026.

Tuntutan Hukum dan Kesepakatan Damai

Merasa dirugikan, Wang membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Sebelum persidangan berlangsung, pihak Meng melalui pengacaranya menawarkan penyelesaian damai berupa kompensasi sebesar 850.000 yuan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Wang diminta menghapus seluruh unggahan terkait kasus tersebut serta tidak lagi membahasnya kepada media maupun pihak berwenang. Dalam perjanjian itu juga tercantum klausul bahwa Wang harus mengembalikan 400.000 yuan jika melanggar kesepakatan.

Setelah menerima uang kompensasi, Wang mengaku mengetahui bahwa Meng justru mengunggah sejumlah video di media sosial yang berisi tudingan dan komentar negatif terhadap dirinya serta keluarganya.

Keluarga Wang kemudian membalas dengan membagikan dokumen yang menunjukkan dugaan praktik medis ilegal yang dilakukan Meng. Wang juga muncul dalam beberapa video untuk menceritakan pengalamannya secara langsung kepada publik. Tindakan tersebut membuat Meng menggugat Wang karena dianggap melanggar isi perjanjian.

Pada awal 2026, pengadilan memutuskan Wang harus mengembalikan 400.000 yuan sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya. Wang kemudian mengajukan permohonan peninjauan kembali ke tingkat yang lebih tinggi, namun ditolak.

“Sangat sulit untuk melindungi hak-hak saya,” kata Wang, Rabu, 3 Juni 2026. “Saudari-saudari, tolong ambillah pelajaran dari saya. Pikirkanlah dengan sangat, sangat hati-hati sebelum melakukan operasi kosmetik karena itu bisa menjadi penyesalan seumur hidup Anda.”

Keamanan Operasi Kosmetik di China

Kasus Wang kembali memicu perdebatan mengenai keamanan prosedur operasi kosmetik di Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus komplikasi serius hingga kematian akibat tindakan kecantikan yang gagal kerap menjadi sorotan publik.

Salah satunya terjadi pada 2021 ketika seorang selebritas internet di wilayah Guangxi meninggal dunia setelah menjalani prosedur sedot lemak yang menyebabkan infeksi parah. Sementara pada awal 2026, seorang perempuan di Shanghai dilaporkan mengalami kerusakan saraf wajah setelah menjalani operasi kosmetik untuk mengubah bentuk telinganya agar menyerupai telinga peri.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *