BisnisInternasional

Google Soroti 3 Hambatan Transisi Industri Hijau di Asia

Avatar of Sulsel Times
1
×

Google Soroti 3 Hambatan Transisi Industri Hijau di Asia

Sebarkan artikel ini
Google Soroti 3 Hambatan Transisi Industri Hijau di Asia
Google Soroti 3 Hambatan Transisi Industri Hijau di Asia
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Singapura, Minggu, Mei 25, 2026 — Google menyoroti tiga hambatan utama yang menghambat transisi industri hijau di Asia, yaitu kurangnya integrasi antara kapasitas manufaktur dan permintaan korporasi terhadap energi bersih. Hal ini disampaikan dalam Climate Group Asia Action Summit di Singapura.

Ringkasnya…
  • Google soroti kurangnya integrasi elemen transisi hijau
  • Kapasitas manufaktur dan permintaan korporasi
  • Spencer Low, Kepala Keberlanjutan Regional Asia Pasifik Google
  • Singapura, Minggu, Mei 24, 2026
  • Transisi energi di Asia terhambat
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Transisi Industri Hijau dan Tantangan Integrasi

“Asia memiliki kemampuan manufaktur dan permintaan korporasi yang kuat, tetapi sayangnya permintaan saja tidak lagi cukup,” kata Spencer Low, Head of Regional Sustainability for APAC at Google, dalam forum tersebut, Minggu, Mei 24, 2026.

Pernyataan itu disampaikan Spencer Low dalam forum transisi industri hijau yang membahas temuan laporan pembangunan industri 2026 dari UNIDO.

Laporan tersebut menyoroti sejumlah tren besar, seperti kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, transisi energi, dan perubahan rantai pasok global yang membentuk ulang pembangunan industri sekaligus memperlebar kesenjangan produktivitas, skala, dan kinerja lingkungan.

Tren Besar Pembangunan Industri Global

Google menilai bahwa Asia memiliki seluruh elemen yang diperlukan untuk mendorong transisi industri hijau, mulai dari kapasitas manufaktur hingga tingginya permintaan korporasi terhadap energi bersih. Namun, berbagai elemen tersebut dinilai belum sepenuhnya terintegrasi sehingga menghambat percepatan transisi energi di kawasan.

Kesenjangan antara potensi dan realitas integrasi inilah yang menjadi sorotan utama Google dalam upaya mendorong transisi hijau di Asia.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *