Berita

Update MYP Pemprov Sulsel: Jalan Aroepala Makassar Tuntas Dibeton

Avatar of Sulsel Times
0
×

Update MYP Pemprov Sulsel: Jalan Aroepala Makassar Tuntas Dibeton

Sebarkan artikel ini
Update MYP Pemprov Sulsel: Jalan Aroepala Makassar Tuntas Dibeton
Update MYP Pemprov Sulsel: Jalan Aroepala Makassar Tuntas Dibeton
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 17/09/2026 — Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah tuntas dibeton melalui program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel.

Ringkasnya…
  • Jalan Aroepala tuntas dibeton lewat MYP Pemprov Sulsel
  • Dua lajur arah Gowa sudah bisa diakses, satu lajur arah Makassar masih ditutup
  • Total panjang jalan sekitar 1,8 kilometer dalam Paket 1 MYC Tahun 2025–2027
  • Beton setebal 40 cm membutuhkan waktu 28 hingga 35 hari untuk mencapai kekuatan penuh
  • Proyek juga mencakup bahu jalan, trotoar, dan drainase
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua lajur Jalan Aroepala arah Kabupaten Gowa sudah sepenuhnya dapat diakses pengendara. Arus lalu lintas mulai lancar.

Scroll Kebawah
Advertisement

Sementara untuk arah sebaliknya, baru satu lajur yang difungsikan. Sebagian lajur lainnya masih ditutup karena umur beton belum mencukupi.

"Kami membuka secara bertahap karena mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka," jelas Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Andi Ihsan, Kamis, 17/09/2026.

Spesifikasi Teknis Jalan Aroepala

Jalan Aroepala dibeton dengan total ketebalan 40 cm, terdiri dari lean concrete atau beton dasar setebal 10 cm dan concrete pavement atau beton utama setebal 30 cm.

Total panjang jalan yang ditangani sekitar 1,8 kilometer dan masuk dalam Paket 1 MYC Tahun Anggaran 2025–2027.

Beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar agar mampu menahan beban kendaraan. Untuk memberi faktor keamanan ekstra, masa pematangan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari. Jika dipaksakan dibuka sebelum waktunya, risiko kerusakan struktur sangat besar.

Beton Semen Dipilih karena Kawasan Rawan Banjir

Keputusan Pemprov Sulsel menerapkan konstruksi beton semen atau rigid pavement didasari kondisi geografis kawasan yang kerap tergenang air saat hujan. Sebelumnya, lapisan aspal di ruas ini sudah berkali-kali diperbaiki tetapi selalu kembali rusak.

"Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien," tegas Andi Ihsan, Kamis, 17/09/2026.

Selain badan jalan, pengerjaan proyek ini juga mencakup pembangunan bahu jalan serta trotoar dengan lebar berkisar antara 2,5 hingga 3,5 meter. Sistem drainase dibangun menggunakan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter yang disesuaikan dengan elevasi kawasan agar aliran air mengarah langsung ke kanal utama.

Pemprov Minta Masyarakat Bersabar

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat bersabar karena pekerjaan pada ruas jalan tersebut masih berlangsung secara bertahap hingga seluruh segmen selesai dikerjakan.

"Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang," ucap Andi Sudirman Sulaiman, Kamis, 17/09/2026.

Hingga kini, pemprov terus memantau proses pengerjaan tahap berikutnya agar seluruh ruas Jalan Aroepala dapat beroperasi penuh sesuai rencana.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *