Berita

Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan

Avatar of Sulsel Times
0
×

Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 16/09/2026 — Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menilai rehabilitasi jaringan irigasi melalui program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pertanian dan mendukung swasembada pangan.

Ringkasnya…
  • Fakta utama
  • Data atau angka penting
  • Tokoh atau instansi terkait
  • Waktu dan lokasi
  • Dampak atau implikasi
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Hamka mengatakan bahwa pembangunan jaringan irigasi ini memastikan ketersediaan air bagi persawahan petani, termasuk di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan pengairan.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pemprov Sulsel terus membangun jaringan irigasi di Kabupaten Jeneponto, Takalar, Gowa, dan daerah lain, yang diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan.

Hamka juga mendorong agar pembangunan infrastruktur dasar pertanian berjalan beriringan dengan modernisasi pertanian, melalui penggunaan alat dan mesin pertanian serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Langkah Pak Gubernur ini tepat dan berani. Ke depan kita tinggal dorong modernisasi alat pertaniannya dan SDM-nya,” kata Hamka, Rabu, 16/09/2026.

Politisi Partai Golkar ini menekankan bahwa irigasi yang baik membuat sawah petani teraliri air secara optimal, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dampak dan Proyeksi

Rehabilitasi jaringan irigasi ini melayani 54.000 hektare sawah di 16 kabupaten, dengan total anggaran Rp780 miliar dari efisiensi APBD Sulsel 2025-2027.

Hingga kini, progres keseluruhan pekerjaan mencapai sekitar 17,8 persen sejak dimulai pada April 2026.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery dilakukan karena mayoritas infrastruktur irigasi eksisting mengalami penurunan fungsi hingga tersisa 50 persen.

Penormalan jaringan irigasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian secara signifikan, memungkinkan petani meningkatkan frekuensi masa tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

“Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen,” kata Andi Sudirman.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *