Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 03/10/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab ke zona merah pada pembukaan perdagangan di level 6.058, bersamaan dengan pelemahan Rupiah ke Rp 17.920 per Dolar AS.
- IHSG dibuka di level 6.058 pada 03/10/2026
- Rupiah melemah ke Rp 17.920 per Dolar AS
- Faktor eksternal seperti penguatan dolar AS dan harga minyak mentah dunia jadi pendorong
- FX Analyst CNBC Indonesia Research Elvan Chandra Widyatama analisis pelemahan
- Diskusi bandingkan Ringgit Malaysia dan SGD Singapura sebagai pembanding
Faktor eksternal dinilai masih menjadi pendorong utama pelemahan nilai tukar Rupiah. Penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak mentah dunia turut membebani mata uang domestik.

IHSG Anjlok ke 6.384, Rupiah Melemah ke Rp 17.825 Usai Tekanan Pasar Berlanjut
Analisis Perbandingan dengan Mata Uang ASEAN
FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama, menganalisis situasi pasar keuangan Indonesia dalam Squawk Box CNBC Indonesia. Ia membandingkan kondisi Rupiah dengan Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura sebagai referensi upaya penguatan.
Pergerakan Ringgit dan SGD menjadi pembanding penting karena kedua negara ASEAN tersebut memiliki kedekatan ekonomi dengan Indonesia. Analisis ini disajikan bersama presenter Crysania Suhartanto.
Pelemahan Rupiah menjadi perhatian pasar seiring tekanan faktor eksternal. Penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak mentah dunia terus memengaruhi nilai tukar domestik.













