Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 29/08/2026 — PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2026 melalui penguatan bisnis perhotelan dan real estat. Salah satu fokusnya adalah pengembangan kawasan terintegrasi di Surabaya yang mencakup fungsi pendidikan dan kesehatan.
- KOTA mengandalkan segmen hotel dan real estat
- Peningkatan okupansi menjadi fokus bisnis perhotelan
- Urbanova di Surabaya dirancang sebagai kawasan terintegrasi
- Rencana mencakup hunian, pendidikan, hotel, dan rumah sakit
- Pelaksanaan proyek bergantung pada perizinan, pendanaan, dan kondisi pasar
Strategi Bisnis Perhotelan
Presiden Direktur DMS Propertindo Mohamad Prapanca menilai kemampuan beradaptasi dengan arah pasar dan selera konsumen penting untuk menjaga permintaan. Perusahaan mengelola portofolio hotel di Bandung, Yogyakarta, dan Bali, dengan peningkatan okupansi sebagai salah satu sasaran operasional.
Kinerja segmen hotel dipengaruhi musim perjalanan, daya beli, persaingan tarif, serta biaya operasional. Karena itu, pertumbuhan pendapatan belum otomatis menghasilkan kenaikan laba dengan besaran yang sama.
Pengembangan Urbanova Surabaya
Di sektor real estat, perusahaan mengembangkan Urbanova di Surabaya. Berdasarkan paparan yang diberitakan media, kawasan sekitar 23 hektare tersebut dirancang memadukan hunian dengan fasilitas pendidikan, hotel, dan rumah sakit.
Konsep terintegrasi ditujukan agar penghuni dapat mengakses layanan utama dalam satu kawasan. Proyek pendidikan dan kesehatan juga dapat menjadi penggerak aktivitas kawasan di luar penjualan hunian.
Portofolio Proyek yang Lebih Luas
DMS Propertindo turut menyampaikan pengembangan proyek lain, termasuk fasilitas olahraga dan properti pada sejumlah lokasi. Secara keseluruhan, perusahaan menyebut portofolio atau rencana pengembangan lahannya lebih luas daripada area Urbanova saja.
Target perusahaan tetap perlu dibaca sebagai rencana ke depan. Waktu penyelesaian, nilai investasi, kontribusi pendapatan, dan laba aktual dapat berubah mengikuti perizinan, pendanaan, pemasaran, serta kondisi industri properti.
Informasi proyek dirangkum dari laporan detikProperti dan RCTI+.












