Sulseltimes.com, Maros, Rabu, 12/08/2026 — Bantuan perahu listrik dari PLN dan pemerintah daerah mendukung transportasi ramah lingkungan di kawasan Warisan Dunia UNESCO Karst Rammang-Rammang.
- Perahu listrik mendukung transportasi wisatawan dan warga di Rammang-Rammang
- Armada bertambah dengan bantuan PLN dan pemerintah daerah
- PLN bangun SPLU kapasitas 7.700 watt di Dermaga 2
- Tim asesor UNESCO gunakan perahu listrik saat penilaian 2022 dan 2026
- Program TJSL PLN mendukung keberlanjutan destinasi wisata karst
Kawasan Wisata Karst Rammang-Rammang di Maros, Sulawesi Selatan, kini didukung armada perahu listrik yang mengurangi polusi suara dan emisi karbon. Kehadiran moda transportasi ini membuat wisatawan bisa menikmati keheningan panorama karst yang dinobatkan sebagai yang terindah kedua di dunia setelah China.
Menurut Sunardi, anggota Komunitas Anak Sungai, perahu listrik bantuan PLN tidak hanya beroperasi dengan senyap tetapi juga lebih hemat dibandingkan perahu bermesin diesel. Keuntungan ini terasa signifikan di tengah ketidakpastian pasokan bahan bakar minyak.
“Perahu listrik tidak hanya hening, tapi juga lebih hemat dibandingkan perahu berbahan bakar minyak,” kata Sunardi, Rabu, 12/08/2026.
Perahu listrik tersebut melayani mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara dari Arab Saudi, Belanda, Spanyol, dan Australia. Selain itu, armada ini juga digunakan anak-anak setempat untuk bersekolah, memperkuat konektivitas masyarakat di sekitar kawasan.
Penilaian UNESCO dan Penambahan Armada
Kawasan yang menyimpan gua prasejarah berusia 5.000 hingga 20.000 tahun serta Telaga Bidadari ini dinilai tim asesor UNESCO pada 2022 dan 2026. Tim tersebut mengelilingi kawasan menggunakan perahu listrik, menilai aspek ramah lingkungan sebagai penunjang keberlanjutan destinasi.
Bantuan awal dari PLN kemudian diikuti oleh pemerintah daerah yang menambah tiga unit perahu listrik. Penambahan armada ini memastikan kesiapan transportasi bagi volume wisatawan dan kebutuhan warga yang meningkat.
Program TJSL PLN dan Spesifikasi Teknis
Bantuan perahu listrik merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). PLN berkomitmen mewujudkan energi bersih melalui investasi keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas lokal.
Secara teknis, perahu berbahan fiber memiliki panjang 6,2 meter dan lebar 1 meter dengan kapasitas tujuh penumpang. Mesin berkapasitas 1,47 kW didukung baterai DC 2×58 Volt.
“Selain tidak menimbulkan suara bising, perahu listrik tersebut juga ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan polusi di kawasan wisata Rammang-Rammang,” kata Sadrach, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Maros, Rabu, 12/08/2026.
Infrastruktur Pendukung dan Tantangan
Untuk mendukung operasional, PLN membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Dermaga 2 dengan kapasitas 7.700 watt. Fasilitas ini memungkinkan pengisian daya ulang dalam waktu dua hingga tiga jam, menjaga mobilitas transportasi berjalan lancar.
PLN mempertimbangkan pembangunan bengkel perawatan perahu listrik serta penambahan fasilitas SPLU di masa depan. Langkah ini diantisipasi seiring bertambahnya armada perahu listrik di kawasan warisan dunia tersebut.







