Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 11/07/2026 — Meta resmi mencabut fitur artificial intelligence di Instagram yang memungkinkan pengguna membuat gambar dengan memanfaatkan foto dari akun publik sebagai referensi.
- Meta mencabut fitur AI Instagram usai dikritik luas
- Fitur otomatis libatkan semua akun publik tanpa pemberitahuan
- Meta akui fitur tidak memenuhi harapan perusahaan
- Pencabutan dilakukan setelah kritik dari pengguna dan agensi bakat besar
- Teknologi dinilai berpotensi melanggar privasi dan disalahgunakan
Kronologi Pencabutan Fitur
Keputusan pencabutan diambil tidak lama setelah fitur tersebut dirilis.
Fitur ini sebelumnya diluncurkan bersamaan dengan model AI pembuat gambar terbaru Meta bernama Muse Image.
Muse Image dikembangkan oleh divisi Meta Superintelligence Labs.
Secara teknis, fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat gambar AI hanya dengan menyebut nama akun Instagram publik dalam perintah teks.
AI kemudian akan menggunakan foto-foto publik dari akun yang dimaksud sebagai acuan untuk menghasilkan gambar baru.
Namun, fitur ini langsung menuai kritik karena dinilai berpotensi melanggar privasi.
Kekhawatiran utama muncul karena seluruh akun Instagram publik secara otomatis diikutsertakan dalam program ini.
Artinya, selama akun tetap bersifat publik, setiap foto dan video yang diunggah berpotensi digunakan pengguna lain sebagai referensi untuk membuat gambar AI.
Meta juga tidak merancang sistem yang memberi notifikasi kepada pemilik akun ketika kontennya digunakan.
Pernyataan Resmi Meta
Dalam unggahan di blog resminya, Meta mengakui bahwa fitur tersebut tidak memenuhi harapan perusahaan.
“Tujuan kami adalah menyediakan alat kreatif yang bermanfaat dan memberi orang kendali atas apakah konten publik mereka dapat direferensikan dengan cara ini,” tulis Meta di blog resminya, Sabtu, 11/07/2026.
“Kami telah mendengar masukan bahwa fitur ini tidak mencapai sasaran, sehingga fitur tersebut tidak lagi tersedia,” lanjut pernyataan Meta.
Fitur ini sebelumnya disebut dirancang untuk membantu pengguna membuat undangan acara, konsep desain kolaboratif, hingga grafis personal dengan memanfaatkan gambar orang sungguhan.
Tekanan dari Industri dan Publik
Keputusan mencabut fitur tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap penyalahgunaan AI generatif di media sosial.
Teknologi serupa kerap digunakan untuk membuat gambar palsu, termasuk gambar tidak senonoh yang melibatkan tokoh publik maupun selebritas perempuan.
Meski berbagai platform telah menerapkan sejumlah pembatasan, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif mencegah penyalahgunaan.
Meta memutuskan menarik fitur tersebut setelah mendapat pengawasan dan kritik dari pengguna maupun sejumlah agensi bakat.
Salah satu agensi yang menyuarakan keberatan adalah Creative Artists Agency.















