Bisnis

Kisah Sudono Salim Rutin ke Gunung Kawi Sebelum Putuskan Nasib BCA ke Mochtar Riady

Avatar of Sulsel Times
0
×

Kisah Sudono Salim Rutin ke Gunung Kawi Sebelum Putuskan Nasib BCA ke Mochtar Riady

Sebarkan artikel ini
Kisah Sudono Salim Rutin ke Gunung Kawi Sebelum Putuskan Nasib BCA ke Mochtar Riady
Kisah Sudono Salim Rutin ke Gunung Kawi Sebelum Putuskan Nasib BCA ke Mochtar Riady
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 08/08/2026 — Konglomerat Sudono Salim rutin menemui peramal di Gunung Kawi sebelum membuat keputusan bisnis besar, termasuk penunjukan Mochtar Riady memimpin Bank Central Asia.

Ringkasnya…
  • Sudono Salim rutin kunjungi Gunung Kawi untuk meminta petunjuk spiritual
  • Keputusan tunjuk Mochtar Riady memimpin BCA didasarkan ramalan peramal
  • Salim percaya mengabaikan petunjuk berisiko kerugian besar
  • Kisah tercatat dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto
  • Feng shui juga jadi pertimbangan lokasi kantor awal Gang of Four
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Konglomerat Sudono Salim atau Liem Sioe Liong dikenal rutin menempuh perjalanan dari Surabaya ke Gunung Kawi, Malang, untuk meminta ramalan sebelum mengambil keputusan bisnis strategis. Salah satu keputusan paling bersejarah adalah penunjukan Mochtar Riady untuk mengelola Bank Central Asia (BCA) pada tahun 1975.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kisah tersebut tercatat dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016) karya Richard Borsuk dan Nancy Chng. Penulis mencatat Salim berkunjung ke Gunung Kawi hingga tiga sampai lima kali setahun.

“Sekembalinya dari Gunung Kawi, dengan keyakinan dia berkata kalau ‘aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mochtar’,” kata Salim dikutip dari buku tersebut, Sabtu, 08/08/2026.

Pertemuan di Atas Awan dan Petunjuk Spiritual

Permulaan kolaborasi Salim dan Riady bermula dari penerbangan ke Hong Kong tahun 1975. Saat itu Salim mencari profesional untuk mengelola tiga bank miliknya: Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan BCA. Riady menawarkan visi membangun bank baru.

Salim lalu memvalidasi keputusan tersebut melalui ritual di Gunung Kawi. Menurut Borsuk dan Chng, Salim mengandalkan cara gaib seperti menggoyangkan tabung bambu berisi lidi hingga satu lidi keluar, lalu ditafsirkan oleh rahib.

Setiap nasihat peramal diyakini sepenuhnya. Salim percaya mengabaikannya berpotensi menimbulkan kerugian besar. Keyakinan ini juga diterapkan pada pilihan lokasi bisnis.

Contoh Feng Shui pada Kantor Gang of Four

Pada 1968, Salim bersama Gang of Four—Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad—memulai usaha bersama. Salim memilih ruangan sempit tanpa pendingin udara karena diyakini memiliki feng shui baik.

Kepercayaan pada mistik dan feng shui mewarnai ekspansi kerajaan usaha Salim hingga menjadikannya salah satu konglomerat terbesar Indonesia.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *