Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 15/08/2026 — Keputusan pendiri Salim Group, Sudono Salim, menunjuk Mochtar Riady memimpin Bank Central Asia (BCA) ternyata tidak terlepas dari petunjuk spiritual yang ia peroleh di Gunung Kawi, Jawa Timur.
- Salim rutin berkunjung ke Gunung Kawi 3-5 kali setahun
- Petunjuk peramal via Ciamsi memengaruhi keputusan bisnis
- Salim menunjuk Mochtar Riadyimpin BCA usai ritual
- Buku Richard Borsuk dan Nancy Chng mengungkap fakta ini
- Feng shui juga menentukan lokasi kantor 'Gang of Four'
Fakta tersebut terungkap dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016) karya Richard Borsuk dan Nancy Chng. Buku tersebut mencatat Salim rutin melakukan perjalanan dari Surabaya ke Gunung Kawi selama tiga jam untuk berdiam diri di sebuah klenteng dan memohon petunjuk.
Menurut Borsuk dan Chng, usai kembali dari Gunung Kawi menemui peramal, Salim dengan keyakinan menyatakan dirinya akan menjadi “Tang Sheng” atau pendukung utama bagi Mochtar Riady. Pernyataan itu dijadikan landasan kepercayaan Salim menyerahkan pengelolaan tiga bank miliknya, yakni Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan BCA, ke tangan Riady.
Ritual Ciamsi dan Keyakinan pada Peramal
Salim percaya penuh pada nasihat sang peramal. Proses meminta petunjuk dilakukan melalui ritual menggoyangkan tabung bambu berisi lidi bertuliskan pesan (Ciamsi) hingga sebatang lidi jatuh untuk ditafsirkan rahib. Baginya, mengabaikan nasihat tersebut berisiko memicu keputusan keliru yang berujung kerugian fatal.
Kunjungan rutin tersebut dilakukan tiga hingga lima kali dalam setahun. Keyakinan mistis ini menjadi bagian integral dari gaya manajemen Salim di sisi kalkulasi bisnis rasional.
Feng Shui di Balik Kesuksesan ‘Gang of Four’
Pengaruh kepercayaan mistis juga terlihat saat Salim memulai bisnis bersama konglomerasi “Gang of Four” pada 1968. Anggotanya meliputi Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad.
Alih-alih menyewa kantor mewah, Salim bersikeras memilih ruangan sempit yang hanya berisi satu meja, dua kursi, satu telepon, dan tanpa pendingin udara. Salim meyakini ruangan itu memiliki aliran feng shui kuat yang membawa keberuntungan. Prediksinya terbukti benar setelah bisnis kelompok itu melesat dan menjadi fondasi Salim Group.
Perpaduan intuisi bisnis, eksekusi profesional, serta kepercayaan pada kearifan lokal dan feng shui mewarnai perjalanan Sudono Salim membangun salah satu kerajaan bisnis terbesar di Indonesia.









