Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 24/08/2026 — Investor asing kembali memasuki pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham Indonesia sepanjang Agustus, mendorong penguatan rupiah.
- Investor asing kembali ke SBN dan saham
- Arus masuk bersih Agustus US$2,08 miliar
- Kepemilikan asing SBN naik ke Rp909 triliun
- Josua Pardede dan Destry Damayanti
- Rupiah menguat dan struktur dana lebih sehat
Arus masuk bersih tercatat sekitar US$2,08 miliar sejak awal Agustus. Rinciannya US$0,93 miliar ke SBN, US$0,08 miliar ke saham, dan US$1,07 miliar ke SRBI.
“Pada Agustus, ketika rupiah sudah mencapai sekitar Rp17.693 per dolar AS, terjadi arus masuk bersih sekitar US$2,08 miliar,” kata Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata, Senin, 24/08/2026.
Kepemilikan Asing SBN Melonjak ke Rp909 Triliun
Kepemilikan investor asing pada SBN meningkat menjadi sekitar Rp909 triliun per 20 Agustus, naik dari Rp892 triliun pada akhir Juli 2026. Secara kumulatif sepanjang 2026, total arus masuk ke ketiga pasar tersebut mencapai sekitar US$7,72 miliar.
Josua menilai perkembangan ini penting karena sebelumnya arus masuk sangat terkonsentrasi pada SRBI. Ia berharap penempatan dana di SBN berlanjut agar penguatan rupiah bertahan dengan sumber yang lebih sehat.
“Salah satu syarat rupiah bisa menguat lebih adalah arus masuk ke SBN dan SRBI berlanjut,” ujarnya.
BI Sebut Ketahanan Eksternal Tetap Kuat
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran investasi portofolio asing pada kuartal III-2026 mencatat net inflows sebesar US$1,8 miliar.
Menurut Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti, aliran modal ditopang penerbitan global bond pemerintah serta inflows pada SBN dan SRBI. Ia optimistis arus masuk akan berlanjut sejalan dengan ketahanan eksternal yang kuat didukung sinergi kebijakan.
Josua menambahkan, kuncinya adalah mengurangi ketergantungan pada dana jangka pendek melalui SRBI dan mendorong perbaikan transaksi berjalan serta investasi langsung.







