Bisnis

IHSG Tutup Melemah 0,38 Persen ke Level 6.436,85

Avatar of Sulsel Times
0
×

IHSG Tutup Melemah 0,38 Persen ke Level 6.436,85

Sebarkan artikel ini
IHSG Tutup Melemah 0,38 Persen ke Level 6.436,85
IHSG Tutup Melemah 0,38 Persen ke Level 6.436,85
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 16/09/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38 persen ke level 6.436,85 pada perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta.

Ringkasnya…
  • IHSG ditutup melemah 0,38 persen ke level 6.436,85
  • 456 saham turun, 213 saham menguat, dan 294 saham tidak mengalami perubahan
  • Volume transaksi seluruh pasar mencapai 242,48 juta lot dengan nilai Rp11,87 triliun
  • Perdagangan berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta
  • Tekanan berasal dari sektor utilitas dan teknologi serta sentimen pasar global
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

IHSG dibuka pada level 6.453,91. Indeks kemudian naik dan mencatat level tertinggi harian 6.535,46, tetapi penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pada penutupan, IHSG berada di 6.436,85 atau turun 24,30 poin.

Mayoritas saham bergerak di zona merah. Tercatat 456 saham turun, 213 saham menguat, dan 294 saham tidak mengalami perubahan.

Aktivitas Perdagangan

Mengutip Stockbit, volume transaksi seluruh pasar mencapai 242,48 juta lot dengan nilai Rp11,87 triliun dan frekuensi sekitar 1,84 juta transaksi.

Pasar reguler mendominasi dengan volume 228,25 juta lot dan nilai transaksi Rp10,85 triliun. Frekuensi transaksi di pasar ini tercatat sekitar 1,84 juta kali.

Di pasar negosiasi, volume mencapai 14,25 juta lot, nilai transaksi sekitar Rp1,02 triliun, dan frekuensi 544 transaksi. Adapun pasar tunai mencatat volume 36 lot, nilai transaksi sekitar Rp15,56 juta, dan dua transaksi.

Sektor dan Sentimen Global

Berdasarkan data Refinitiv, tekanan terhadap IHSG terutama datang dari sektor utilitas yang turun 1,84 persen dan sektor teknologi yang turun 1,36 persen.

Pelemahan terjadi saat investor mencermati perkembangan pasar global jelang keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed, serta fluktuasi harga minyak dunia.

Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong yield obligasi global. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,041 persen, level tertinggi sejak 2007.

Investor juga menunggu sinyal kebijakan suku bunga The Fed berikutnya. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen dengan probabilitas 92,4 persen.

Hingga penutupan, IHSG berada di zona merah pada level 6.436,85.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *