Bisnis

Harga Minyak Dunia Bangkit Usai Anjlok, Brent Tembus US$92 per Barel

Avatar of Sulsel Times
0
×

Harga Minyak Dunia Bangkit Usai Anjlok, Brent Tembus US$92 per Barel

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Dunia Bangkit Usai Anjlok, Brent Tembus US$92 per Barel
Harga Minyak Dunia Bangkit Usai Anjlok, Brent Tembus US$92 per Barel
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 25/08/2026 — Harga minyak dunia rebound pada perdagangan Selasa usai anjlok lebih dari 2 persen pada sesi sebelumnya seiring investor menilai sanksi ekonomi AS ke Iran berisiko lebih rendah bagi pasokan fisik.

Ringkasnya…
  • Harga minyak rebound usai anjlok
  • Brent naik 0,58% ke US$92,71 per barel
  • Scott Bessent perluas sanksi Iran
  • Tim Waterer KCM menilai tekanan ekonomi risiko rendah
  • Kapal tanker terkena proyektil di Selat Hormuz
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pada perdagangan hari ini harga minyak Brent menguat 0,58 persen ke US$92,71 per barel sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menanjak 0,71 persen ke US$85,61 per barel.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kenaikan ini membalikkan tren Senin lalu saat Brent jatuh 2,35 persen ke US$92,17 per barel dan WTI anjlok 2,4 persen ke US$85,01 per barel. Pelemahan Senin mengakhiri kenaikan enam hari beruntun akibat aksi ambil untung setelah reli dua pekan.

AS Perluas Sanksi Sekunder Iran

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin mengumumkan perluasan sanksi untuk memutus sumber ekonomi Iran dan memaksa berakhirnya konflik. Negara yang tetap bermitra bisnis dengan Iran diminta memutus hubungan atau berisiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar AS.

Bessent tidak menyebut sasaran spesifik maupun waktu efektif sanksi. Ia menegaskan pemerintah AS akan memberikan waktu bagi negara terkait untuk mematuhi kebijakan baru.

Opsi Militer Masih Terbuka

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Washington tidak menutup kemungkinan aksi militer. Namun arah kebijakan kini lebih condong pada tekanan ekonomi.

Pasar Menilai Risiko Pasokan Turun

“Pasar tampaknya menilai tekanan ekonomi sebagai jalur dengan risiko lebih rendah terhadap pasokan fisik dibandingkan aksi militer. Itu sebabnya reaksi awal pasar adalah harga minyak turun, bukan melonjak,” kata Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM, Selasa, 25/08/2026.

Waterer mengingatkan Iran tetap memiliki kemampuan mengganggu pelayaran. Kondisi itu membuat premi risiko tetap melekat pada harga minyak.

Insiden Kapal Tanker dan Klaim Selat Hormuz

Ancaman pasokan terlihat nyata pada Selasa. Sebuah kapal tanker minyak terkena proyektil tak teridentifikasi dan rusak sekitar 9 mil laut timur laut Ash Shishah, Oman, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations.

Iran mempertahankan klaim kendali atas Selat Hormuz. Sebelum konflik Februari, jalur itu melayani kargo setara 20 persen konsumsi minyak global. Pada Senin Iran menyebut 45 kapal tanker melanggar aturan di selat tersebut dan mengancam akan menyita muatan.

Cadangan Strategis AS Menipis

Gangguan pasokan akibat perang telah mendorong pengurasan cadangan. Departemen Energi AS melaporkan stok minyak mentah di Strategic Petroleum Reserve (SPR) turun sekitar 3,7 juta barel menjadi 289,7 juta barel pekan lalu. Level terendah sejak November 1982.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *