Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 06/08/2026 — BRI mendukung kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk memperkuat likuiditas perbankan dan penyaluran kredit ke sektor riil.
- BRI dukung kebijakan penempatan dana SAL
- Kredit BRI capai Rp1.562 triliun per Triwulan I 2026
- Hery Gunardi, Dirut BRI
- Jakarta, Kamis, 06/08/2026
- Perkuat likuiditas dan pembiayaan UMKM
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara via instrumen penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut dinilai mencerminkan sinergi fiskal dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas likuiditas sistem perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana SAL memiliki peran strategis mendukung stabilitas sistem keuangan dan memperkuat kapasitas perbankan menjalankan fungsi intermediasi. “BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Hery, Rabu, 05/08/2026.
Menurut Hery, likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit sehat ke sektor-sektor produktif. Dukungan likuiditas memadai memberi ruang lebih besar bagi perbankan memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset dan manajemen risiko.
Peran BRI dalam Pembiayaan UMKM
BRI akan mengoptimalkan dukungan likuiditas tersebut untuk memperkuat penyaluran kredit berkualitas, khususnya ke sektor riil termasuk UMKM yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus pembiayaan produktif diarahkan untuk menciptakan efek berganda berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI terus mengarahkan ekspansi kredit ke sektor penggerak perekonomian nasional. Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun. Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.
Sinergi kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global. BRI berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat kapasitas pembiayaan sektor riil.
“BRI meyakini sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi sebagai agen pembangunan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Hery.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengutarakan peluang memperpanjang masa penempatan dana SAL di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Sebagian dana SAL direncanakan ditarik pada akhir 2026.









