Bisnis

Bos Sucor Sekuritas Rekomendasikan Sektor Perbankan, Komoditas, dan AI

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bos Sucor Sekuritas Rekomendasikan Sektor Perbankan, Komoditas, dan AI

Sebarkan artikel ini
Bos Sucor Sekuritas Rekomendasikan Sektor Perbankan, Komoditas, dan AI
Bos Sucor Sekuritas Rekomendasikan Sektor Perbankan, Komoditas, dan AI
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 30/08/2026 — CEO Sucor Sekuritas Bernadus Widjaya menilai sektor perbankan, komoditas, dan bisnis terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi tiga tema yang layak dicermati investor. Penilaian itu didasarkan pada valuasi, siklus harga komoditas, dan tren teknologi global.

Ringkasnya…
  • Perbankan dinilai menarik karena valuasi dan potensi dividen
  • Komoditas dipengaruhi pergerakan minyak, batu bara, dan tembaga
  • Tema AI mengikuti pertumbuhan investasi teknologi global
  • Setiap sektor mempunyai risiko yang berbeda
  • Investor tetap perlu menilai fundamental dan profil risiko
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Valuasi Perbankan

Bernadus menyebut sejumlah saham bank berkapitalisasi besar diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba di bawah 10 kali. Ia juga melihat potensi imbal hasil dividen di atas 10 persen pada saham tertentu.

Scroll Kebawah
Advertisement

Angka tersebut merupakan pandangan pelaku pasar dan tidak berlaku merata pada semua emiten. Investor tetap perlu menilai kualitas aset, pertumbuhan kredit, margin bunga, tingkat kredit bermasalah, dan keberlanjutan dividen masing-masing bank.

Siklus Komoditas

Sektor komoditas menjadi tema kedua karena pergerakannya berkaitan dengan harga energi dan bahan baku global. Kenaikan minyak dapat memengaruhi sentimen terhadap batu bara dan tembaga, tetapi harga komoditas juga rentan terhadap perubahan permintaan dunia, pasokan, serta kebijakan perdagangan.

Peluang dan Risiko Tema AI

Tema AI dinilai menarik seiring pertumbuhan saham teknologi di Amerika Serikat dan sejumlah pasar Asia. Namun, investor perlu membedakan perusahaan yang sudah memiliki pendapatan nyata dari AI dengan emiten yang sekadar menggunakan narasi teknologi.

Valuasi tinggi, belanja modal besar, persaingan, dan perubahan regulasi menjadi risiko yang perlu diperhitungkan. Diversifikasi tidak cukup hanya dengan memilih tiga tema; bobot investasi juga harus disesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko.

Pandangan Bernadus dirangkum dari wawancara yang dimuat StockThink. Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual efek.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *