Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 20/09/2026 — Bank sentral Belanda (DNB) memindahkan sekitar 86 ton cadangan emas dari Amerika Serikat dan Kanada ke London guna mengantisipasi ketidakpastian geopolitik.
- DNB memindahkan sekitar 86 ton emas dari AS dan Kanada ke London
- 27 ton emas batangan dikirim secara fisik dari New York dan Ottawa ke Zeist sebelum ke London
- Sisa cadangan direlokasi melalui transaksi pasar dengan menjual emas di New York dan membeli di London
- Emas di London dianggap sebagai yang paling mudah diperdagangkan di dunia
- Total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton dengan nilai €72,2 miliar pada akhir 2025
DNB mengirim 27 ton emas batangan secara fisik dari New York dan Ottawa ke fasilitas DNB di Zeist, Belanda, sebelum kemudian dikirim ke London. Batangan dengan kuantitas dan kualitas serupa dapat langsung dipindahkan tanpa perlu dilebur.
Sisa cadangan direlokasi melalui transaksi pasar. DNB menjual emas di New York dan membeli kembali dalam jumlah setara di London, sehingga tidak seluruh emas harus diangkut melintasi Samudra Atlantik.
“Menggabungkan proses pembelian dan penjualan serta transportasi fisik telah memungkinkan DNB menyebarkan risiko yang terkait dengan relokasi fisik emas yang sedemikian rumit,” kata DNB.
Dampak terhadap portofolio emas
Sebelum relokasi, sekitar 31,3% cadangan emas DNB berada di New York dan 19,7% di Ottawa. Setelah pemindahan, porsi tersebut turun menjadi 18,5% di masing-masing lokasi, sementara porsi emas di London meningkat dari 18,1% menjadi 32,1%.
DNB masih menyimpan 30,8% cadangannya di Belanda. Total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton pada akhir 2025 dengan nilai sekitar €72,2 miliar.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya kerusuhan geopolitik dan ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada, meskipun DNB tidak menjelaskan situasi spesifik yang menjadi pertimbangan utama.











