Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 30/09/2026 — Perusahaan asuransi semakin masif memasarkan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink berbasis mata uang asing, menyusul pergeseran konsumsi masyarakat yang lebih fleksibel.
- Great Eastern Life Indonesia luncurkan GREAT Investlink Protection berbasis SGD pada Mei 2026
- Produk SGD menjadi PAYDI pertama dengan pilihan mata uang SGD di Indonesia
- Kontribusi produk capai lebih dari 50% produksi bancassurance YTD hingga Agustus 2026
- Premi PAYDI tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun pada Semester I 2026
- Premi bisnis baru PAYDI/Unit Link naik 34,5% menjadi Rp19,78 triliun
Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan, pihaknya telah memiliki portofolio unitlink dalam dua mata uang asing. Produk GREAT Investlink Protection pertama kali diluncurkan berbasis dolar Amerika Serikat (USD) pada Desember 2025, lalu diperluas ke dolar Singapura (SGD) pada Mei 2026.
“Produk SGD menjadi PAYDI pertama dengan pilihan mata uang SGD di pasar Indonesia,” ujar Nina Ong, dikutip Rabu, 30/09/2026.
Dalam waktu kurang dari empat bulan sejak diperkenalkan, GREAT Investlink Protection mencatat kontribusi terbesar terhadap produksi bancassurance Great Eastern Life Indonesia. Hingga Agustus 2026, kontribusinya mencapai lebih dari 50% dari total produksi bancassurance year-to-date (YTD).
Nina Ong menilai, angka tersebut menegaskan bahwa nasabah semakin membutuhkan solusi yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, premi PAYDI tumbuh 10,3% menjadi Rp35,73 triliun pada Semester I 2026. Sementara itu, premi bisnis baru PAYDI/Unit Link meningkat 34,5% menjadi Rp19,78 triliun.
Dari sisi metode pembayaran, pendapatan premi tunggal meningkat 26,3% menjadi Rp40,76 triliun. Bancassurance tetap menjadi kanal distribusi terbesar dengan pendapatan premi Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9%.






