Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 25/08/2026 — Akademisi Anshar Aminullah mengajak masyarakat memaknai peringatan Maulid Nabi dengan mengaudit moralitas institusi keuangan dan negara בעקבות kasus pemblokiran rekening di Pati dan aksi massa di kantor Bupati.
- Akademisi Anshar Aminullah mengajak audit moral institusi
- Kasus pemblokiran rekening warga di Pati
- Aksi massa di kantor Bupati Senin (24/08) terkait mutasi 15 pejabat
- Keadilan dan amanah di era digital
- Momentum Maulid Nabi sebagai pengingat nilai kemanusiaan
Peringatan Maulid Nabi tahun ini seharusnya menjadi momentum untuk menilai apakah nilai-nilai amanah dan keadilan yang diteladani dari Rasulullah SAW sudah terealisasi dalam sistem kehidupan modern. Menurut Anshar Aminullah, Akademisi, Selasa, 25/08/2026, masyarakat sering fasih membaca sirah tetapi gagap mempraktikkan akhlaknya dalam sistem administratif yang kaku.
Ia menyoroti pergeseran ukuran kepercayaan dari akhlak menuju verifikasi digital seperti OTP enam digit. Sistem yang sibuk memastikan identitas justru berjalan beriringan dengan pelanggaran amanah di tingkat institusi. Kasus pemblokiran rekening di salah satu bank milik negara dengan logo biru tua di Pati menjadi contoh nyata betapa rapuhnya keadilan di balik layar ATM.
Keadilan di Balik Rekening
Kasus di Pati menunjukkan saldo dan transaksi warga bisa diblokir, ditunda, atau dilacak dengan mudah. Berbeda dengan mutasi pejabat yang justru dilakukan karena terlacak. Senin (24/08) lalu, kantor salah satu Bupati diserbu massa akibat mutasi massal 15 pejabat yang dianggap mirip pola pemblokiran rekening warga.
Menurut Anshar, keadilan kini menjadi barang mahal yang tidak punya aplikasi untuk memeriksa statusnya. Institusi yang seharusnya melindungi kaum lemah justru terlihat administratif tanpa fikih kemanusiaan. Maulid tidak boleh hanya seremonial berebut telur dan ayam di bakul yang diverifikasi faktual oleh pihak desa.
Tuntutan Klarifikasi Bukan Potret
Anshar menilai boss besar bank yang mengundang silaturahmi ke gedung baru tanpa logo lama perlu menerima klarifikasi jujur, bukan sesi foto. Percuma bertamu ke rumah baru jika hanya tersisa papan nama tanpa substansi keadilan. Masyarakat masih amatir dalam mengikhlaskan hak yang tiba-tiba tidak bisa diakses.
Momentum Maulid seharusnya mendorong keberanian membawa akhlak keluar dari mimbar ke dalam praktik sistem perbankan, hukum, dan kekuasaan. Audit moral terhadap institusi sosial, negara, aparat, bank, hingga diri sendiri menjadi urgensi yang tidak bisa ditunda.







