Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 24/08/2026 — Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan Jufri Rahman membuka Seminar Nasional dan pelantikan Dewan Hakim MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Kantor Gubernur.
- Sekda Jufri Rahman buka Seminar Nasional dan pelantikan Dewan Hakim MTQ VIII KORPRI
- MTQ VIII KORPRI tingkat nasional digelar di Makassar dan Pangkep mulai 23 Agustus
- Jufri tekankan etika dan adaptasi dalam pemanfaatan AI
- Ketum KORPRI Zudan Arif Fakhrulloh tegaskan objektivitas penilaian dan literasi digital ASN
- Dewan Hakim bertugas memastikan musabaqah adil dan transparan
Jufri Rahman menyambut para hakim yang dilantik dan menegaskan tugas penilaian harus dijalankan dengan tanggung jawab, kejujuran, dan keadilan. Dewan Hakim berperan menilai peserta sesuai pedoman yang telah ditetapkan dalam penyelenggaraan musabaqah.
“Saya berharap dewan hakim yang dilantik hari ini dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan adil,” kata Jufri, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Senin, 24/08/2026.
Peran Dewan Hakim dan Objektivitas Penilaian
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara Prof. Zudan Arif Fakhrulloh menyatakan pelantikan ini sebagai bagian krusial persiapan MTQ VIII KORPRI. Ia menilai dewan yang dilantik memiliki kompetensi, objektivitas, dan integritas moral untuk mengawal perlombaan secara profesional.
“Ucapan selamat menjalankan tugas mulia yang diamanahkan negara dan agama demi kesuksesan pelaksanaan MTQ VIII KORPRI,” ucap Zudan, Senin, 24/08/2026.
Proses penilaian diwajibkan mengutamakan prinsip objektivitas, transparansi, keadilan, dan sportivitas. Para hakim akan menjalankan tugas sesuai ketentuan untuk memastikan perlombaan berlangsung lancar.
Pemanfaatan AI Butuh Etika dan Literasi Digital
Seminar Nasional yang dirangkaikan dalam acara tersebut membahas perkembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Jufri menyoroti perubahan signifikan di dunia kerja, pembelajaran, komunikasi, dan penciptaan nilai akibat perkembangan AI.
Menurutnya, manusia tidak kehilangan peran melainkan mengubah cara bekerja dan beradaptasi. Penggunaan AI harus diimbangi pemahaman etika dan tanggung jawab agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Pada akhirnya, masa depan bukan milik teknologi semata, melainkan milik mereka yang mampu memadukan kecerdasan dengan kecerdasan buatan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Jufri.
Zudan menambah, nilai-nilai Qur’ani harus menjadi landasan etika pemanfaatan teknologi agar berorientasi pada kemaslahatan. Ia mengajak seluruh ASN KORPRI memanfaatkan AI secara bijak dan mendorong peningkatan literasi digital aparatur negara.
MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 berlangsung di Makassar dan Pangkep mulai 23 Agustus diikuti kontingen dari berbagai provinsi dan kementerian atau lembaga nasional.















