Bisnis

Klaim Tinggi Bayangi Pertumbuhan Premi Asuransi Kredit, OJK Imbau Perkuat Underwriting

Avatar of Sulsel Times
0
×

Klaim Tinggi Bayangi Pertumbuhan Premi Asuransi Kredit, OJK Imbau Perkuat Underwriting

Sebarkan artikel ini
Klaim Tinggi Bayangi Pertumbuhan Premi Asuransi Kredit, OJK Imbau Perkuat Underwriting
Klaim Tinggi Bayangi Pertumbuhan Premi Asuransi Kredit, OJK Imbau Perkuat Underwriting
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 02/09/2026 — Premi asuransi kredit tumbuh 7,10% menjadi Rp11,87 triliun per Juni 2026, namun beban klaim mencapai Rp10,85 triliun dengan rasio 91,44%.

Ringkasnya…
  • Premi asuransi kredit naik 7,10% menjadi Rp11,87 triliun per Juni 2026
  • Beban klaim capai Rp10,85 triliun dengan rasio 91,44%
  • Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK
  • Data OJK per Juni 2026
  • OJK dorong penguatan underwriting dan kualitas risiko
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pertumbuhan kredit perbankan yang menguat mendorong peluang bisnis asuransi kredit. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pendapatan premi lini usaha kredit industri asuransi umum dan reasuransi mencatat Rp11,87 triliun per Juni 2026. Angka itu naik 7,10% secara tahunan.

Scroll Kebawah
Advertisement

Di sisi lain, industri terbebani nilai klaim sebesar Rp10,85 triliun. Rasio klaim menyentuh 91,44%, mendekati total premi yang diterima.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menilai pertumbuhan kredit perbankan tetap memberikan peluang. “Pertumbuhan kredit perbankan masih memberikan peluang bagi bisnis asuransi kredit, namun perlu diimbangi dengan penguatan underwriting, kualitas portofolio, pricing berbasis risiko, kecukupan reasuransi, serta recovery dan subrogasi,” kata Ogi, Rabu, 02/09/2026.

OJK mendorong industri tidak hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi juga menjaga kualitas risiko, profitabilitas, dan keberlanjutan usaha.

Pertumbuhan Kredit Perbankan Menguat

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 sebesar 12,67% tahunan. Angka ini meningkat dari Mei 2026 yang tercatat 11,51%.

Penggerak utamanya berasal dari kredit investasi yang tumbuh 24,90%, kredit modal kerja 8,94%, dan kredit konsumsi 5,75%.

Kualitas Aset Terjaga

Dari sisi kualitas, OJK mencatat rasio non-performing loan (NPL) gross di level 2,09% dan NPL net 0,82%. Rasio loan at risk (LAR) stabil di 8,47%.

Kondisi ini menuntut industri asuransi kredit untuk selektif dalam menanggung risiko demi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan finansial.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *