Berita

Tim Riset IAIN Bone Dorong Madrasah Ramah ABK Lewat Kurikulum Adaptif Berbasis Moderasi

Avatar of Sulsel Times
0
×

Tim Riset IAIN Bone Dorong Madrasah Ramah ABK Lewat Kurikulum Adaptif Berbasis Moderasi

Sebarkan artikel ini
Tim Riset IAIN Bone Dorong Madrasah Ramah ABK Lewat Kurikulum Adaptif Berbasis Moderasi
Tim Riset IAIN Bone Dorong Madrasah Ramah ABK Lewat Kurikulum Adaptif Berbasis Moderasi
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 19/08/2026 — Tim Riset IAIN Bone mendorong penguatan pendidikan Islam inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui pengembangan kurikulum adaptif berbasis nilai moderasi.

Ringkasnya…
  • Tim Riset IAIN Bone gelar FGD pengembangan kurikulum adaptif ABK
  • Model Inclusive Islamic Education (IIE) berbasis nilai moderasi
  • 10 madrasah dari 4 provinsi terlibat
  • Prof. Dr. Hj. Astuti ketua tim, Dr. Lailil Qomariah narasumber
  • Hasil untuk kebijakan dan praktik pendidikan inklusif madrasah
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kegiatan dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) program Ministry of Religious Affairs–The Awakened Indonesia Research Funds Program (MoRA The AIR Funds) di Hotel Grand Town Makassar secara hybrid.

Scroll Kebawah
Advertisement

FGD mengangkat penelitian bertajuk “Model Inclusive Islamic Education (IIE) untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Madrasah Inklusi melalui Perancangan Kurikulum Adaptif Berbasis Nilai Moderasi di Indonesia.”

Forum melibatkan 10 sekolah dan madrasah ibtidaiyah dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Hadir pula pengawas sekolah, unsur Kementerian Agama, Kepala Seksi Madrasah Kabupaten Bone, kepala madrasah, guru, serta orang tua peserta didik.

Kolaborasi Peneliti dan Praktisi Kunci Keberhasilan

Ketua Tim Riset IAIN Bone, Prof. Dr. Hj. Astuti, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, madrasah, pengawas, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lain.

“Pengalaman nyata dari madrasah menjadi bagian penting dalam penelitian untuk mengetahui praktik, tantangan, serta kebutuhan dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus,” kata Prof. Dr. Hj. Astuti, M.Pd., Ketua Tim Riset IAIN Bone, Rabu, 19/08/2026.

Ia menambahkan kolaborasi itu dibangun agar pendidikan inklusif menjadi kontekstual dan berkelanjutan.

Kesiapan Madrasah di Luar Akses Akademik

Narasumber utama Dr. Lailil Qomariah, M.Pd., pelopor madrasah inklusi, memberikan penguatan soal pengelolaan pembelajaran ABK.

“Pendidikan inklusif tidak sekadar memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama peserta didik lainnya. Madrasah juga perlu memiliki kesiapan dalam menyediakan kurikulum, metode pembelajaran, lingkungan pendidikan, tenaga pendidik hingga sistem pendampingan yang mampu merespons keragaman kebutuhan setiap peserta didik,” kata Dr. Lailil Qomariah, M.Pd., Rabu, 19/08/2026.

Pendekatan tersebut menjadi bagian pengembangan Inclusive Islamic Education (IIE). Pendidikan inklusif di madrasah tidak hanya berorientasi capaian akademik, tetapi mengintegrasikan nilai keislaman, kemanusiaan, kesetaraan, penghargaan perbedaan, dan moderasi beragama.

Pemetaan Kebutuhan Lintas Provinsi

Perbedaan karakteristik madrasah dari empat provinsi dijadikan bahan penelitian untuk memetakan kebutuhan kurikulum adaptif. Kondisi daerah, pengalaman menangani ABK, dan ketersediaan sumber daya dibahas mendalam.

Melalui FGD, Tim Riset IAIN Bone berupaya memperoleh data dan masukan langsung dari praktisi. Tujuannya agar model yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan dapat diterapkan sesuai kebutuhan madrasah.

Pertukaran pengalaman dari keempat provinsi diharapkan memperkaya penelitian sekaligus menjadi dasar merancang model IIE yang sesuai karakteristik pendidikan madrasah di Indonesia. Hasil penelitian diharapkan berkontribusi pada kebijakan dan praktik pendidikan Islam inklusif, terutama kurikulum yang mengakomodasi keberagaman peserta didik sambil mempertahankan nilai-nilai keislaman madrasah.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *