Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 13/08/2026 — PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan pendapatan Rp2,79 triliun di semester I 2026, naik 16,09% tahunan didorong peningkatan penjualan dan inisiatif pemasaran.
- Pendapatan FAST naik 16,09% menjadi Rp2,79 triliun di semester I 2026
- Rugi usaha turun 77,35% ke Rp32,42 miliar
- Margin laba bruto 55,81%
- Direktur Dio May Avico sebut program efisiensi mulai berdampak
- Kinerja ditopang pengendalian biaya dan optimalisasi rantai pasok
Pertumbuhan pendapatan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas penjualan serta kontribusi dari berbagai inisiatif pemasaran dan penguatan proposisi nilai yang dijalankan Perseroan.
Momentum positif pada kuartal I kemudian menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku di kuartal II. Perseroan tetap memprioritaskan perspektif konsumen dengan menjaga keterjangkauan harga di tengah pasar yang dinamis.
Pendekatan itu berdampak pada margin laba bruto yang menyesuaikan menjadi 55,81% pada semester I 2026.
Efisiensi Operasional Tekan Rugi
Dalam menjaga keberlanjutan kinerja, Perseroan terus memperkuat pengendalian biaya, mengoptimalkan rantai pasok, serta meningkatkan efisiensi operasional di seluruh jaringan restoran.
Rugi usaha berhasil ditekan secara signifikan sebesar 77,35%, dari Rp143,18 miliar menjadi Rp32,42 miliar. Perbaikan turut terlihat pada rugi periode berjalan yang berkurang 57,03% dan total rugi komprehensif menurun 79,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Perseroan akan terus menerapkan pendekatan yang terukur dan responsif dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, dengan memastikan setiap keputusan bisnis tetap berorientasi pada konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan kinerja Perseroan,” kata Dio May Avico, Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, Kamis, 13/08/2026.
Kinerja semester I menunjukkan berbagai program efisiensi dan transformasi mulai memberikan dampak positif terhadap performa operasional di tengah tekanan margin.












