Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 17/06/2026 — Program pengabdian Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Desa Tamangapa, Kabupaten Pangkep, berhasil menurunkan angka stunting dari 59 menjadi 22 anak melalui pendekatan terpadu pengelolaan lingkungan dan diversifikasi produk ikan.
- Program pengabdian UMI menurunkan angka stunting
- Kasus stunting turun dari 59 menjadi 22 anak
- UMI, Pemerintah Desa Tamangapa, kader kesehatan, Karang Taruna
- Desa Tamangapa, Kabupaten Pangkep, periode 2024–2026
- Desa mandiri sehat dan peluncuran aplikasi TamaGo untuk ekonomi digital
Integrasi Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi
Tim pengabdian yang dipimpin Ayu Puspitasari, SKM., M.Kes menekankan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, dan Karang Taruna.
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk periode 2024–2026.
Fasilitas kesehatan yang diberikan meliputi alat ukur tinggi dan berat badan anak sesuai standar Kementerian Kesehatan RI serta media edukasi pemantauan tumbuh kembang balita.
Di bidang lingkungan, dilakukan pembangunan jamban percontohan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan ecobrick, penyediaan teknologi penyaring air bersih, dan sistem pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Pada sektor ketahanan pangan, masyarakat mendapat pelatihan mengolah ikan nila dan bandeng menjadi abon serta produk bergizi lainnya. Peralatan produksi juga diberikan untuk membuka peluang usaha keluarga.
Peran Karang Taruna dan Digitalisasi Desa
Karang Taruna Desa Tamangapa diberdayakan sebagai motor penggerak perubahan sosial untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Pada tahun ini, akan diluncurkan aplikasi TamaGo (Tamangapa Go Digital) sebagai platform pemasaran produk UMKM lokal guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.
Hasil Nyata Penurunan Stunting
Setelah berjalan sekitar tiga tahun, jumlah kasus stunting di desa tersebut menurun drastis dari 59 anak menjadi 22 anak.
Menurut tim pengabdian, capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup warga.
Desa Tamangapa diharapkan menjadi model desa mandiri sehat yang berhasil menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh melalui sinergi berbagai pihak dan inovasi berkelanjutan.















