Sulseltimes.com, Kamis, Juni 4, 2026 — Microsoft resmi memperkenalkan Web IQ, sebuah mesin pencari yang dirancang khusus untuk kecerdasan buatan atau AI agent seperti ChatGPT dan Copilot.
- Web IQ adalah search engine khusus AI
- 95% permintaan diproses kurang dari 165 milidetik, 2,5 kali lebih cepat
- Jordi Ribas, Presiden Search and AI Microsoft
- Diumumkan dalam ajang Microsoft Build 2026
- AI agent diprediksi akan melampaui jumlah pencarian manusia
Web IQ, Search Engine Khusus untuk AI Agent
Microsoft memperkenalkan teknologi Web IQ dalam konferensi pengembang tahunan Microsoft Build.
Presiden Search and AI Microsoft, Jordi Ribas, mengatakan selama ini industri teknologi memiliki mesin pencari untuk manusia, seperti Google Search atau Bing.
Namun kini muncul kebutuhan baru, yakni mesin pencari yang dibuat khusus untuk AI agent.
“Web IQ adalah solusi kami untuk jenis mesin pencari ini,” kata Ribas dalam wawancara dengan CNET, Kamis, Juni 4, 2026.
Ia menjelaskan Web IQ dapat mengambil berbagai informasi relevan dari internet, mulai dari dokumen web, berita, gambar, hingga video.
Informasi tersebut kemudian digunakan oleh agen AI sebagai landasan atau grounding.
Web IQ bisa dianggap sebagai “Google Search” untuk AI.
Yang membedakan dengan Google Search untuk manusia adalah cara penyajiannya.
Untuk agen AI, hasil pencarian disajikan dalam bentuk informasi yang lebih ringkas dan padat agar dapat diproses dengan cepat tanpa menggunakan banyak token.
Token merupakan unit teks yang diproses model AI saat memahami pertanyaan dan menyusun jawaban.
Keunggulan Web IQ: Cepat dan Efisien
Microsoft memanfaatkan pengalaman lebih dari 20 tahun mengembangkan Bing untuk membangun Web IQ.
Ribas menegaskan bahwa teknologi tersebut dirancang ulang dari awal agar sesuai dengan kebutuhan AI agent.
Ia menyatakan Web IQ unggul dalam kualitas hasil pencarian, efisiensi token, dan kecepatan respons.
Sekitar 95 persen permintaan pencarian dapat diproses dalam waktu kurang dari 165 milidetik.
Ribas juga mengklaim Web IQ 2,5 kali lebih cepat dibandingkan produk lain yang tersedia saat ini.
Web IQ Sudah Digunakan oleh Copilot dan ChatGPT
Menariknya, Microsoft mengungkap bahwa API Web IQ sebenarnya bukan teknologi yang benar-benar baru.
API ini merupakan salah satu komponen dari Microsoft IQ-platform yang juga diumumkan dalam sesi keynote Microsoft Build.
Ribas menyebut Web IQ telah dipakai selama beberapa waktu untuk mendukung layanan AI milik Microsoft sendiri, yaitu Copilot.
Tak hanya itu, teknologi yang sama juga disebut telah digunakan oleh ChatGPT buatan OpenAI.
Ia juga mengatakan masih ada banyak sistem AI lain yang menggunakan Web IQ sebagai sumber informasi.
Namun, Microsoft belum mengungkap identitas layanan tersebut.
Prediksi Masa Depan Pencarian AI
Ribas memprediksi jumlah pencarian yang dilakukan AI agent pada akhir tahun ini kemungkinan akan terus meningkat.
Bahkan bisa melampaui pencarian yang dilakukan manusia.
Menurutnya, untuk setiap respons chat, agen AI biasanya menjalankan banyak kueri.
“Untuk setiap kueri atau setiap masalah yang dijalankan sistem AI tersebut, pada umumnya dibutuhkan beberapa kueri tambahan yang diproses melalui sistem seperti Web IQ,” tutur Ribas.









