Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026 — Jumlah kredit yang telah disetujui perbankan namun belum dicairkan atau kredit nganggur mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku usaha masih menahan ekspansi usahanya.
- Kredit nganggur Rp2.527 triliun
- Tumbuh 7,35% secara tahunan
- Bank KBMI 3 dan 4 catat pertumbuhan tertinggi
- Jakarta, Rabu, Juni 3, 2026
- Menunjukkan pelaku usaha masih menahan ekspansi
Kredit Nganggur Dominasi Bank Besar
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Nixon Napitupulu mengatakan nilai undisbursed loan perbankan naik 7,35% secara tahunan pada Maret 2026.
Menurutnya terdapat berbagai alasan yang membuat fasilitas kredit yang telah disetujui belum dicairkan oleh nasabah.
“Memang ada beberapa hal yang dibicarakan masing-masing nasabah, banyak komitmen yang dibuka tapi belum dicairkan, ada yang belum butuh ada yang masih menunda,” kata Nixon dalam RDPU dengan Komisi XI DPR RI, Rabu, Juni 3, 2026.
Ia mengungkapkan pertumbuhan undisbursed loan terbesar justru terjadi pada kelompok bank besar.
Sementara itu kelompok bank KBMI 1 dan KBMI 2 menjadi segmen yang paling banyak mengalami penurunan nilai undisbursed loan.
Pertumbuhan Tertinggi di KBMI 3 dan KBMI 4
Rinciannya undisbursed loan pada kelompok bank KBMI 3 tumbuh sebesar 12,5% dan KBMI 4 naik 12,24% secara tahunan.
Pertumbuhan kedua kelompok bank tersebut berada di atas rata-rata industri yang tercatat sebesar 7,35%.
Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar kredit yang belum dicairkan justru terkonsentrasi di bank-bank dengan modal inti besar.
Para pelaku usaha dinilai masih wait and see sebelum merealisasikan pinjaman yang sudah disetujui.









