Berita

MHM 2026 Terapkan Sweeping Sampah Usai Pelari Melintas

Avatar of Sulsel Times
0
×

MHM 2026 Terapkan Sweeping Sampah Usai Pelari Melintas

Sebarkan artikel ini
MHM 2026 Terapkan Sweeping Sampah Usai Pelari Melintas
MHM 2026 Terapkan Sweeping Sampah Usai Pelari Melintas
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, Mei 28, 2026 — Panitia Makassar Half Marathon 2026 menerapkan sistem sweeping sampah berantai untuk menjaga kebersihan kota selama dan setelah event.

Ringkasnya…
  • Sistem sweeping berantai usai pelari melintas
  • Pembersihan terintegrasi pra, selama, dan pasca event
  • Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar, Melinda Aksa
  • Makassar, Rabu, Mei 27, 2026
  • Event menjadi contoh green event dan budaya bersih
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Komitmen Bersama untuk Makassar Bersih

Panitia pelaksana Makassar Half Marathon 2026 bersilaturahmi dengan Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa.

Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jalan Penghibur.

Pertemuan tersebut membahas komitmen bersama menghadirkan pelaksanaan MHM 2026 yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Disepakati sampah yang dihasilkan peserta selama kegiatan akan langsung diangkut oleh tim kebersihan.

Hal ini dilakukan agar sampah tidak menumpuk di sepanjang rute lomba maupun area publik.

“Makassar Half Marathon bukan hanya tentang berlari, tetapi bagaimana kita menjaga kota tetap bersih sebelum, selama, dan setelah event berlangsung,” kata Arief Rachman Nur, Direktur MHM, Rabu, Mei 27, 2026.

Sistem Pembersihan Terintegrasi dari Pra-Event hingga Pasca-Event

Pada tahap pra-event, panitia melakukan pemetaan zona dan titik sampah di sepanjang rute lomba dan area water station.

Panitia juga menyiapkan logistik kebersihan secara khusus.

Tempat sampah bertanda khusus disediakan yang dibedakan berdasarkan jenis sampah.

Sampah organik untuk sisa makanan dan buah, sampah anorganik atau daur ulang untuk botol plastik PET dan cup plastik, serta sampah B3 untuk kemasan energy gel, spons basah, dan tisu.

Tim kebersihan dilengkapi kantong sampah ekstra tebal, jepitan sampah, sarung tangan, dan papan penanda “Buang Sampah di Sini” di sejumlah titik strategis.

Pada fase hari pelaksanaan, panitia menerapkan sistem moving clean-up atau metode sweeping berantai.

Begitu pelari terakhir dan sweeper car melewati area tertentu, tim kebersihan langsung melakukan penyisiran total.

Jalanan kembali bersih sebelum dibuka untuk aktivitas umum dan jalur transportasi masyarakat.

Pengawasan kebersihan juga dibagi berdasarkan zona, termasuk area penonton dan cheering zone.

Hal ini memastikan sampah makanan maupun minuman tidak dibuang sembarangan ke jalur lari.

Sementara pada fase pasca-event, panitia melakukan sweeping, pemilahan, dan penimbangan sampah sebagai bagian dari laporan green event report.

Sampah yang terkumpul tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir, melainkan dipilah terlebih dahulu untuk mendukung daur ulang.

Tahap akhir dilakukan melalui final check untuk memastikan seluruh kantong sampah di area penampungan sementara telah diangkut oleh armada truk sampah.

Kondisi Kota Makassar dapat kembali bersih seperti semula setelah event berakhir.

“Kami ingin membangun budaya baru bahwa event olahraga besar juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Makassar harus dikenal bukan hanya sebagai kota pelari, tetapi juga kota yang bersih dan tertib,” kata Arief Rachman Nur, Rabu, Mei 27, 2026.

Menuju Green Event yang Berkelanjutan

Sejumlah pihak dilibatkan dalam mendukung kebersihan selama pelaksanaan MHM, mulai dari relawan, komunitas pelari, petugas lapangan, hingga instansi terkait.

Panitia berharap MHM 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga berskala besar, tetapi juga menjadi contoh pelaksanaan green event yang peduli terhadap lingkungan.

Budaya bersih dan tertib diharapkan terbangun di masyarakat Makassar melalui event ini.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *