Sulseltimes.com — Seorang anak muda di China menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan karakter profesor palsu yang dipercaya orangtuanya, sebagai cara menyampaikan nasihat modern tanpa perdebatan.
- Anak muda China ciptakan karakter profesor AI bernama 'Pak Zhao'
- Digunakan untuk menyampaikan nasihat rasional ke orangtua yang percaya mitos
- Akun media sosial 'Lao Zhao jiang dao li' (Pak Zhao bicara masuk akal)
- Publikasi Senin, Mei 25, 2026
- Menunjukkan cara unik generasi muda mengubah pandangan orangtua
Mengapa Anak Muda Menciptakan Profesor Palsu
Alih-alih berdebat panjang, seorang anak muda di China memilih cara kreatif dengan membuat karakter virtual bernama “Lao Zhao” atau “Pak Zhao”.
Karakter ini dirancang menyerupai pria paruh baya berwibawa yang tampak seperti akademisi sungguhan.
Akun media sosial “Lao Zhao jiang dao li” secara rutin membagikan artikel dan video berisi nasihat tentang mitos, takhayul, dan hubungan orangtua-anak.
Menurut laporan media China, pencipta akun tersebut merasa nasihatnya sendiri sering tidak ditanggapi serius.
Orangtuanya lebih mudah memercayai sosok yang terlihat lebih tua, berpendidikan, dan berwibawa.
Cara Kerja dan Kredibilitas Profesor AI
Dalam profil akun, “Pak Zhao” digambarkan sebagai profesor pensiunan asal Chongqing yang mendalami hubungan orangtua dan anak selama lebih dari 30 tahun.
Identitas tersebut sepenuhnya fiktif, termasuk klaim pendidikan di Singapura dan publikasi ilmiah.
Anak muda itu menggunakan AI untuk memproduksi konten video dan artikel dengan cepat, seperti dilansir dari South China Morning Post.
Pada hari pertama, ia langsung mengunggah 18 artikel sekaligus.
Banyak warganet turut membantu memperkuat kredibilitas “Pak Zhao” dengan berkomentar seolah pernah menghadiri seminarnya di luar negeri.
Beberapa bahkan membuat foto seminar palsu menggunakan AI agar karakter tersebut tampak seperti akademisi sungguhan.
Topik yang Diangkat dan Dampak
Konten “Pak Zhao” membahas tekanan untuk segera menikah, stereotip perempuan wajib bisa memasak, dan anggapan bahwa pegawai negeri adalah satu-satunya pekerjaan sukses.
Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial China karena menunjukkan cara unik anak muda mengubah pandangan orangtua mereka terhadap mitos dan nasihat lawas.
Dengan menggunakan figur yang dianggap berwibawa, pesan rasional lebih mudah diterima tanpa perdebatan langsung.
Pendekatan ini dinilai sebagai bentuk adaptasi kreatif generasi muda dalam menghadapi kesenjangan komunikasi dengan orangtua.







