Bisnis

5 Cara Efektif Mengendalikan Kebiasaan Belanja Impulsif agar Keuangan Tetap Aman

Avatar of Sulsel Times
0
×

5 Cara Efektif Mengendalikan Kebiasaan Belanja Impulsif agar Keuangan Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
5 Cara Efektif Mengendalikan Kebiasaan Belanja Impulsif agar Keuangan Tetap Aman
Gambar ilustrasi mengendalikan kebiasaan belanja Impulsif. Doc SulselTimes.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 16 Mei 2026 — Kebiasaan belanja impulsif dapat menguras anggaran bulanan dan menghambat pencapaian tujuan keuangan.

Sekitar 6 dari 10 orang Indonesia mengaku pernah membeli barang secara spontan tanpa perencanaan, menurut survei lembaga konsumen pada awal 2026.

Ringkasnya…
  • Pemicu utama belanja impulsif adalah diskon kilat dan kemudahan akses e-commerce
  • Anggaran bulanan bisa membengkak hingga 30% akibat kebiasaan ini
  • Psikolog menyarankan metode jeda 24 jam sebelum membeli barang non-esensial
  • Langkah praktis: buat daftar belanja, batasi penggunaan kartu kredit, dan alokasikan uang hiburan
  • Konsistensi dalam menerapkan strategi adalah kunci mengubah kebiasaan belanja impulsif
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Memahami Pemicu Belanja Impulsif

Belanja impulsif sering dipicu oleh faktor eksternal seperti promosi terbatas, iklan yang menarik, atau tekanan sosial dari media sosial.

“Seseorang cenderung membeli tanpa berpikir panjang ketika melihat diskon besar-besaran atau notifikasi ‘stok terakhir’,” kata Rina Aulia, Perencana Keuangan Bersertifikat dari Institute of Financial Planning Indonesia, Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 5:35 am.

Menurutnya, kebiasaan ini bisa menyebabkan pengeluaran membengkak hingga 30 persen dari anggaran yang direncanakan.

Selain itu, kondisi emosional seperti stres atau kebosanan juga mendorong perilaku belanja kompulsif.

Dr. Andi Prasetyo, Psikolog Klinis dari Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa belanja menjadi pelarian sementara.

“Namun, efeknya hanya sesaat dan justru menimbulkan penyesalan setelahnya,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, penting mengenali pemicu pribadi dan menggantinya dengan aktivitas alternatif seperti olahraga atau meditasi.

Langkah Praktis Mengendalikan Dorongan Belanja

Berikut lima strategi yang bisa diterapkan sehari-hari:

  • Terapkan metode 24 jam. Sebelum membeli barang non-esensial, tunggu satu hari penuh. Jika setelah 24 jam keinginan itu masih kuat, baru pertimbangkan pembelian.
  • Buat daftar belanja. Tulis barang yang benar-benar dibutuhkan sebelum pergi berbelanja atau menjelajah toko online. Patuhi daftar tersebut tanpa menambahkan item dadakan.
  • Batasi akses ke kartu kredit dan dompet digital. Hapus metode pembayaran satu klik dari aplikasi e-commerce. Gunakan uang tunai atau debit dengan saldo terbatas untuk belanja harian.
  • Alokasikan dana hiburan. Sisihkan maksimal 10 persen dari pendapatan untuk belanja non-esensial. Jika dana itu habis, tunggu bulan berikutnya.
  • Catat setiap pengeluaran. Gunakan aplikasi pencatat keuangan untuk melacak ke mana uang pergi. Kesadaran ini membantu mengurangi pembelian impulsif secara signifikan.

Rina Aulia menambahkan bahwa kunci keberhasilan adalah konsistensi.

“Jangan menyerah jika masih tergoda. Evaluasi setiap bulan dan sesuaikan strategi,” katanya.

Dengan disiplin menerapkan langkah-langkah tersebut, kebiasaan belanja impulsif bisa dikendalikan, sehingga keuangan pribadi tetap aman dan tujuan finansial jangka panjang tercapai.

Mengendalikan belanja impulsif membutuhkan kesadaran diri, perencanaan, dan komitmen.

Mulailah dengan langkah kecil, seperti jeda 24 jam dan pembatasan akses kartu kredit, lalu tingkatkan secara bertahap.

Dengan demikian, pengeluaran lebih terkendali dan tabungan pun bertambah.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *