Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 23/08/2026 — PT Telkom Indonesia memangkas jumlah anak usahanya dari 68 menjadi 18 entitas sebagai bagian dari transformasi menuju strategic holding.
- Telkom pangkas anak usaha dari 68 jadi 18
- Transformasi dari operating holding ke strategic holding
- Dony Oskaria (Kepala BP BUMN/COO Danantara) membahas dengan manajemen Telkom
- Fokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, dan sinergi grup
- Operasional diserahkan ke Operating Company (OpCo)
Langkah ini diambil untuk membuat struktur grup lebih ramping, fokus, dan efisien. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, telah bertemu manajemen Telkom untuk membahas perkembangan proses streamlining tersebut.
“Transformasi diarahkan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan Telkom berfokus pada pengelolaan portofolio, alokasi modal, tata kelola, sinergi grup, dan penciptaan nilai,” kata Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Minggu, 23/08/2026.
Peran Strategic Holding dan OpCo
Sebagai strategic holding, Telkom akan berfokus pada pengelolaan portofolio dan strategi grup. Aktivitas operasional akan dijalankan oleh entitas bisnis atau Operating Company (OpCo) yang lebih fokus sesuai bidangnya masing-masing.
Pembagian peran tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio dan memperkuat sinergi antar entitas. Proses streamlining juga diarahkan untuk meningkatkan penciptaan nilai bagi grup Telkom.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya BP BUMN mengoptimalkan peran Telkom dalam ekosistem Danantara dan perekonomian nasional. Dengan jumlah anak usaha yang lebih terfokus, Telkom diharapkan dapat menjalankan fungsi strategic holding secara lebih efektif.











