Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 02/07/2026 — Seorang remaja putri berinisial LR (16) di Kota Makassar nekat merekayasa aksi penculikan dan penyekapan terhadap dirinya sendiri. Ia kemudian meminta tebusan Rp5 juta dari keluarganya melalui pesan suara sambil menangis.
- Remaja putri LR (16) rekayasa penculikan
- Tebusan Rp5 juta
- Polsek Manggala dan Tim Resmob Polda Sulsel
- Makassar, Kamis 02/07/2026
- Pelaku ingin kabur dan berkumpul dengan saudara kandung
Kronologi Rekayasa Penculikan Remaja di Makassar
LR meninggalkan rumahnya di Kecamatan Manggala setelah sempat menitipkan kunci kepada tantenya.
Karena tidak kunjung pulang, keluarga menerima pesan suara berisi permintaan tebusan Rp5 juta.
Pihak keluarga panik dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Aparat gabungan dari Polsek Manggala dan Tim Resmob Polda Sulsel langsung melakukan penyelidikan.
LR akhirnya ditemukan bersembunyi di sebuah kamar wisma di Jalan Topaz, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Motif dan Pengakuan Pelaku
Saat diinterogasi, LR mengaku bahwa cerita penculikan itu adalah rekayasa belaka.
“Remaja itu mengaku melakukan rekayasa karena sering dimarahi keluarga. Ia juga ingin berkumpul kembali dengan saudara kandungnya yang sudah lama berpisah sejak kedua orang tua mereka meninggal dunia,” kata Kompol Samuel To’longan, Kapolsek Manggala, Kamis, 02/07/2026.
Uang tebusan Rp5 juta rencananya akan digunakan LR untuk melarikan diri ke tempat lain.
“Betul ada permintaan uang tebusan sebanyak Rp5 juta. Rencananya, uang tebusan tersebut akan digunakan pelaku untuk melarikan diri ke tempat lain,” tambah Kapolsek Manggala.
Penanganan dan Pembinaan
Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Manggala, LR diserahkan ke Direktorat PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polda Sulsel.
Penanganan dan pembinaan lebih lanjut diberikan mengingat status LR yang masih di bawah umur.













