Berita

Rehabilitasi Irigasi Bengo Warisan Kolonial di Bone Resmi Dimulai

Avatar of Sulsel Times
0
×

Rehabilitasi Irigasi Bengo Warisan Kolonial di Bone Resmi Dimulai

Sebarkan artikel ini
Rehabilitasi Irigasi Bengo Warisan Kolonial di Bone Resmi Dimulai
Rehabilitasi Irigasi Bengo Warisan Kolonial di Bone Resmi Dimulai
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 15/06/2026 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bengo di Kabupaten Bone, warisan era kolonial yang alami penurunan fungsi.

Ringkasnya…
  • DI Bengo dibangun era kolonial dan kini bocor
  • Pemprov Sulsel melalui Gubernur Andi Sudirman Sulaiman
  • Bone mendapat alokasi Rp118 miliar dari total paket Rp268,9 miliar
  • Rehabilitasi dukung pengairan 2.600 hektare sawah
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Gubernur Sulsel Luncurkan Proyek

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peletakan batu pertama rehabilitasi DI Bengo.

Kegiatan berlangsung di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi memperkuat sektor pertanian melalui infrastruktur pengairan.

Rehabilitasi DI Bengo termasuk dalam Paket 2 Multi Years Project (MYP) yang mencakup Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp268,9 miliar.

“Karena itu, perbaikan difokuskan pada saluran utama agar suplai air ke lahan pertanian dapat lebih maksimal dan berkelanjutan,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulsel, Senin, 15/06/2026.

Fokus Perbaikan Saluran Bocor

Jaringan irigasi ini dibangun sejak masa penjajahan Belanda.

Kini banyak saluran utama yang bocor.

Kondisi tersebut mengganggu distribusi air ke lahan pertanian.

Dengan rehabilitasi, pasokan air diharapkan kembali optimal.

Alokasi Anggaran di Bone

Kabupaten Bone sendiri menerima porsi anggaran sekitar Rp118 miliar.

Dana itu digunakan untuk merehabilitasi delapan daerah irigasi.

Kedelapan DI itu adalah DI Unyi, DI Lanca, DI Jaling, DI Salomekko, DI Waru-Waru, DI Bengo, DI Selli Coppobulu, dan DI Lalengrie.

Dampak bagi Petani dan Ketahanan Pangan

Rehabilitasi DI Bengo akan mendukung pengairan sekitar 2.600 hektare lahan sawah.

Lahan tersebut menjadi salah satu penopang produksi pertanian masyarakat Bone.

“Semoga rehabilitasi ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan,” tutup Andi Sudirman Sulaiman, Senin, 15/06/2026.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *