Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 19/08/2026 — Perusahaan pengelola aset (AMC) China yang ditugaskan pemerintah membersihkan kredit macet justru menghadapi krisis sendiri, ditandai restrukturisasi Guohou Asset Management di Provinsi Anhui pada Juli 2026.
- Guohou Asset Management direstrukturisasi Juli 2026
- AMC China tumbuh jadi raksasa dengan aset 5 triliun yuan (2018)
- Guohou hutang 13 miliar yuan, meniru pola Huarong
- Kredit macet resmi 3,7 triliun yuan (K1/2026), diduga jauh lebih besar
- Cinda anjlok 70% laba semester I 2026
Pengadilan di Provinsi Anhui menyetujui proposal restrukturisasi bagi Guohou Asset Management pada akhir Juli 2026. Guohou menjadi entitas pertama dari “pasukan penjinak bom utang” raksasa China yang justru membutuhkan penjinakan bagi dirinya sendiri.
Regulator keuangan China sejak 1999 menugaskan empat AMC besar milik negara untuk menyelamatkan empat bank komersial terbesar. Alih-alih menyusut, keempat AMC itu membesar hingga total aset gabungan mencapai sekitar 5 triliun yuan pada 2018. Sejak awal 2010-an, regulator juga menyetujui puluhan AMC lokal hingga kini berjumlah lebih dari 60 entitas.
Alih-alih membersihkan kredit macet, para AMC justru meminjam dana murah dari bank lalu menyalurkannya dengan bunga tinggi ke pengembang properti bermasalah. Praktik “bisnis sampingan” membantu bank menyembunyikan kredit macet dari regulator pun meluas. Estimasi akademik menyebutkan pada 2020 setidaknya separuh total kredit macet China berhasil disembunyikan dari catatan resmi.
Pola Bisnis Guohou Meniru Kasus Huarong
Kasus terburuk sebelumnya terjadi pada 2020 ketika Huarong, AMC terbesar, meledak dan membutuhkan dana talangan negara senilai US$6,6 miliar. Ketua Huarong saat itu, Lai Xiaomin, dieksekusi mati. Namun hukuman berat itu tidak menghentikan taktik serupa di AMC lain.
Dokumen restrukturisasi menunjukkan Guohou meniru pola Huarong. Perusahaan itu menyalurkan pinjaman berbunga tinggi yang distrukturkan seolah-olah investasi ekuitas untuk menghindari pengawasan risiko utang. Guohou juga melakukan “perjanjian laci” dengan bank, membeli kredit macet tepat sebelum pelaporan regulator lalu menjualnya kembali untuk komisi. Investigasi menemukan Guohou mencatat kerugian operasional bertahun-tahun dan tidak sanggup membayar utang 13 miliar yuan.
Data Resmi Kredit Macet Diragukan Akurasi
Secara data, kredit macet bank komersial China naik dari 3 triliun yuan (2022) menjadi hampir 3,7 triliun yuan pada kuartal pertama 2026, sekitar 1,5% dari total aset. Namun praktik penyembunyian dan krisis properti yang merosotkan nilai jaminan membuat angka resmi itu diragukan.
Cinda, AMC besar milik pemerintah pusat, melaporkan laba bersih semester pertama 2026 diperkirakan anjlok 70%. Beberapa AMC kecil sudah bangkrut atau diturunkan peringkat, termasuk satu entitas yang dibubarkan 2020 karena pinjaman janggal ke klub sepak bola. Guohou dipilih direstrukturisasi, tidak dibubarkan, karena nilai lisensi AMC-nya yang langka setelah regulator berhenti menerbitkan lisensi baru sejak 2025. Identitas investor penyelamat Guohou hingga kini belum diungkapkan.







