Sulseltimes.com Makassar, Senin, 29/12/2025 — Ketua RT 02 RW 04 Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Ninik Faulatin Harun menyerahkan bantuan tempat sampah gratis kepada perwakilan warga pada Senin, 29/12/2025, sebagai langkah awal program lingkungan usai pelantikan Ketua RT oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Tribun Lapangan Karebosi.
- Ninik Faulatin Harun membagikan tempat sampah gratis untuk warga RT 02 RW 04 Kelurahan Baraya
- Penyerahan dilakukan Senin, 29/12/2025 di Kecamatan Bontoala, Makassar
- Program diarahkan untuk mendukung gerakan kebersihan lingkungan Pemkot Makassar
- Ninik dikenal sebagai Bunda Literasi dan menyiapkan program layanan warga berbasis lorong
- “Tempat sampah gratis ini wujud komitmen program saat maju Ketua RT,” kata Ninik
Bantuan tempat sampah jadi langkah awal Ketua RT Baraya
Penyerahan bantuan tempat sampah gratis dilakukan Ninik Faulatin Harun kepada perwakilan warga RT 02 RW 04 Kelurahan Baraya pada Senin, 29/12/2025.
Aksi tersebut menjadi penanda awal kerja Ninik setelah dilantik sebagai Ketua RT.
Pelantikan Ketua RT dan RW disebut berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi, Makassar, yang dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
“Penyerahan tempat sampah gratis ini saya jalankan sebagai komitmen program ketika maju sebagai Ketua RT, sekaligus mengajak warga lebih aktif menjaga kebersihan lorong,” kata Ninik Faulatin Harun, Ketua RT 02 RW 04 Kelurahan Baraya, Senin, 29/12/2025.
Ninik berharap bantuan tempat sampah itu mendorong warga lebih disiplin mengelola sampah rumah tangga.
Ia juga menyebut langkah tersebut selaras dengan arah kebijakan kebersihan lingkungan yang ditekankan Pemerintah Kota Makassar.
Deret program layanan warga dan ekonomi lorong
Selain program kebersihan, Ninik menyampaikan agenda kerja lain yang disiapkan untuk RT 02 RW 04 Kelurahan Baraya.
Ia menyebut rencana layanan berbasis aplikasi daring 24 jam yang diberi nama Lapor RT Gratis.
Program ini ditujukan sebagai kanal pelaporan warga agar kebutuhan layanan dasar lebih cepat ditangani di tingkat lingkungan.
Ninik juga menyiapkan Bank Sampah Lorong sebagai upaya menguatkan kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
Di sisi penguatan literasi, ia memasukkan program Taman Baca dan Perpustakaan Lorong untuk memudahkan akses baca di permukiman.
Untuk penguatan ekonomi warga, ia merancang pelatihan dan pengembangan kelompok usaha atau UMKM agar aktivitas usaha rumahan lebih terarah.
Ninik menekankan program-program tersebut akan dijalankan bertahap dengan melibatkan partisipasi warga.
Ia mengajak warga menjaga kebersihan dan kebersamaan lorong sebagai fondasi layanan sosial dan ekonomi di lingkungan.
Pembagian tempat sampah gratis menjadi pesan bahwa kerja Ketua RT dimulai dari hal yang paling dekat dengan kebiasaan warga.
Jika program kebersihan, layanan laporan, literasi, dan UMKM berjalan konsisten, Baraya bisa menjadi contoh penguatan layanan warga dari tingkat lorong.














