Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 12/08/2026 — Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan di kuartal II-2026 didorong konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan.
- PDB kuartal II-2026 tumbuh 5,29% yoy
- Semester I-2026 tumbuh 5,45%
- Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06%
- Industri pengolahan nonmigas 5,32%
- Pulau Jawa dominan 56,47%
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp 3.576,2 triliun.
“Pertumbuhan ekonomi triwulan 2-2026 berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku Rp 6.552,1 triliun atas konstan Rp 3.576,2 triliun sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 dibandingkan kuartal II-2025 atau yoy tumbuh 5,29%,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud, Rabu, 12/08/2026.
Secara semesteran ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen di semester I-2026 dibandingkan periode sama tahun lalu.
Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Utama
Konsumsi rumah tangga berkontribusi 2,67 persen pada sumber pertumbuhan dengan porsi 53,32 persen terhadap PDB kuartal II-2026.
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 5,06 persen tahunan.
Angka ini melandai dari 5,52 persen di kuartal I-2026 yang didorong momen Ramadan dan Idulfitri.
Industri Pengolahan Nonmigas Mempercepat
Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen naik dari 5,14 persen di kuartal sebelumnya.
Industri makanan dan minuman tumbuh 6,51 persen.
Laju pertumbuhan industri makanan dan minuman melandai dari 7,04 persen di kuartal I-2026 namun tetap di atas rata-rata industri pengolahan nonmigas keseluruhan.
Pulau Jawa Mendominasi Kontribusi Ekonomi
Kelompok provinsi di Pulau Jawa menyumbang 56,47 persen terhadap struktur ekonomi nasional.
Ekonomi Pulau Jawa tumbuh 5,65 persen tahunan di kuartal II-2026.
Analisis mendalam terkait kinerja investasi dan belanja pemerintah serta prospek ke depan akan dibahas Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro di Squawk Box CNBC Indonesia pada Kamis.















