Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 10/08/2026 — ByteDance, induk perusahaan TikTok, dilaporkan tengah mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) dengan hingga 10 triliun parameter.
- ByteDance kembangkan model AI hingga 10 triliun parameter
- Terbesar dari China dan berpotensi menyaingi model Anthropic
- Model dikembangkan divisi AI Seed pimpinan Wu Yonghui
- Masih tahap pre-training, paling cepat rilis awal 2027
- Berpotensi menjangkau ratusan juta pengguna Doubao
Menurut laporan Financial Times, model tersebut masih dalam tahap pre-training. ByteDance belum mengungkap detail arsitektur dan jumlah parameter aktif saat model digunakan.
Jika terwujud, model ini akan menjadi model AI terbesar buatan perusahaan China. Skalanya juga berpotensi menyaingi model tercanggih milik Anthropic.
Melampaui Skala Model AI China yang Sudah Ada
Skala 10 triliun parameter jauh melampaui model AI China yang tersedia saat ini.
- Kimi K3 dari Moonshot AI memiliki 2,8 triliun parameter.
- DeepSeek V4-Pro memiliki 1,6 triliun parameter.
Jumlah parameter tidak otomatis menentukan kemampuan sebuah model. Model berskala triliunan parameter umumnya memakai arsitektur Mixture of Experts (MoE).
Teknologi MoE memungkinkan model memiliki parameter dalam jumlah sangat besar. Namun hanya sebagian parameter yang aktif saat memproses setiap permintaan.
DeepSeek V4-Pro misalnya memiliki 1,6 triliun parameter. Tetapi hanya sekitar 49 miliar parameter yang aktif saat inference, atau sekitar 3 persen dari total parameter.
Anthropic juga dilaporkan mengembangkan model dengan skala serupa. Model tercanggihnya, Mythos 5, diperkirakan memiliki 8 triliun parameter, meski jumlah itu belum dikonfirmasi.
Paling Cepat Hadir Awal 2027
Pelatihan model 10 triliun parameter membutuhkan sumber daya komputasi sangat besar. Proses pre-training diperkirakan berlangsung tiga hingga enam bulan sebelum masuk tahap penyempurnaan, evaluasi keamanan, dan persiapan penggunaan.
Dengan asumsi pengembangan berjalan mulus, model ini baru tersedia paling cepat pada awal 2027.
Model ini dikembangkan divisi AI ByteDance, Seed. Tim tersebut dipimpin Wu Yonghui, mantan eksekutif Google yang bergabung dengan ByteDance pada Februari 2025.
Seed kini memiliki sekitar 2.000 peneliti. Mereka mengerjakan berbagai bidang, termasuk pengembangan model dasar, reinforcement learning, dan sistem multimodal.
ByteDance sebelumnya memperkenalkan Doubao Seed 2.0 pada Februari 2026. Asisten AI Doubao dilaporkan memiliki sekitar 336 juta pengguna aktif bulanan pada April 2026.
Jika model baru itu nantinya dipakai memperkuat Doubao, kemampuannya berpotensi langsung menjangkau ratusan juta pengguna.
Belum ada kepastian kapan model ini selesai dan dirilis. Detail teknis seperti jumlah parameter aktif dan jadwal peluncuran resmi masih ditunggu dari ByteDance. Informasi ini dihimpun dari pemberitaan Tech Times.















