Bisnis

Bursa Asia Variatif di Awal Pekan, Nikkei dan Kospi Melemah Tipis

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bursa Asia Variatif di Awal Pekan, Nikkei dan Kospi Melemah Tipis

Sebarkan artikel ini
Bursa Asia Variatif di Awal Pekan, Nikkei dan Kospi Melemah Tipis
Bursa Asia Variatif di Awal Pekan, Nikkei dan Kospi Melemah Tipis
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 24/08/2026 — Bursa saham Asia-Pasifik bergerak variatif pada pembukaan pekan perdagangan Senin, dengan Nikkei 225 dan Kospi melemah tipis di tengah tekanan kenaikan imbal hasil obligasi global dan kekhawatiran geopolitik.

Ringkasnya…
  • Bursa Asia variatif di awal pekan, Nikkei turun 0,10% dan Kospi turun 0,71%
  • Yield obligasi AS 30 tahun sentuh level 5,3% tertinggi 20 tahun
  • The Fed, Scott Bessent, David Zervos (Jefferies), Nvidia jadi fokus
  • Senin, 24/08/2026, pasar Asia-Pasifik
  • Tekanan valuasi aset berisiko, investor menanti data PCE dan Jackson Hole
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,10%, sementara Topix bergerak datar. Di Korea Selatan, indeks Kospi mengoreksi 0,71%, meski Kosdaq justru menguat 0,94%. Berlawanan arah, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,33%.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pergerakan beragam itu terjadi saat yield obligasi pemerintah global melonjak. Yield obligasi AS tenor 30 tahun sempat menyentuh 5,3%, level tertinggi dalam hampir dua dekade. Kenaikan serupa tercatat di obligasi Jepang, Prancis, dan Jerman yang masing-masing mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. Kondisi itu menambah beban biaya pendanaan dan menekan valuasi aset berisiko.

Kekhawatiran Geopolitik dan Kebijakan AS

Di sisi lain, pasar mengawasi eskalasi ketegangan antara AS dan Iran yang berpotensi menjaga harga minyak tinggi dan memicu inflasi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sempat mengumumkan langkah menstabilkan kurva yield jangka panjang, namun dampak positifnya hanya berlangsung singkat.

“Keputusan Treasury AS untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang secara taktis pada dasarnya merupakan bentuk ‘Operation Twist’ yang dipimpin pemerintah,” kata David Zervos, Chief Market Strategist Jefferies, Senin, 24/08/2026. Menurutnya, langkah itu berbeda dengan quantitative easing karena tidak menciptakan cadangan baru langsung, namun tetap membuka ruang ekspansi fiskal dengan efek reflasi.

Fokus Pekan Ini: Data PCE, Jackson Hole, dan Teknologi

Perhatian investor pekan ini tertuju pada rilis data inflasi AS melalui indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) Juli hari Rabu. Data itu menjadi penentu ekspektasi arah kebijakan moneter The Fed.

Simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, juga jadi sorotan. Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan berpidato, dipantau untuk petunjuk arah suku bunga. Di sektor teknologi, Nvidia akan melaporkan kinerja Rabu dan Marvell Technology Kamis. Bloomberg melaporkan Nvidia telah menginformasikan kenaikan harga server berbasis chip Vera Rubin dan Blackwell lebih dari 15%, yang menarik perhatian soal permintaan infrastruktur AI.

Passar akan terus mencermati efektivitas langkah pemerintah AS meredam tekanan yield obligasi jangka panjang sambil menunggu data dan sentral bank memberikan arah yang lebih jelas.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *