Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 17/08/2026 — Bursa saham Asia mayoritas menguat pada pembukaan pekan ini dengan indeks KOSPI Korea Selatan memimpin kenaikan, sementara pasar mengekernil data pertumbuhan ekonomi Jepang yang tumbuh di bawah ekspektasi.
- Bursa Asia mayoritas menguat
- KOSPI naik 2,42%
- Nikkei 225 naik 0,17%
- PDB Jepang tumbuh 1,1% YoY kuartal II
- BOJ naikkan proyeksi pertumbuhan fiskal 2026
Pergerakan indeks bervariasi di tengah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang. Indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,17% ke level 68.833,42. Kenaikan lebih signifikan terlihat pada KOSPI yang melonjak 2,42% ke level 6.977,94.
Di sisi lain, indeks S&P/ASX 200 Australia justru tertekan 0,24% ke level 9.093,60. Indeks Shanghai Composite, Shenzhen Component, dan Hang Seng Index Hong Kong bergerak datar (UNCH).
KOSPI Pimpin Kenaikan, Nikkei Menguat Tipis
Penguatan KOSPI menjadi sorotan utama pasar regional. Indeks acuan Korea Selatan itu naik 164,60 poin. Nikkei 225 berhasil menguat meski hanya menambah 119,62 poin.
Tekanan terjadi di Australia di mana ASX 200 turun 21,60 poin. Pasar China dan Hong Kong tidak menunjukkan perubahan harga yang berarti pada penutupan sesi.
Ekspor Jadi Pendorong PDB Jepang, BOJ Waspada Harga Minyak
Berdasarkan data CNBC Internasional, ekonomi Jepang tumbuh 1,1% secara tahunan pada kuartal kedua. Angka itu di bawah perkiraan konsensus 2% karena melemahnya permintaan domestik.
Ekspor menjadi pendorong utama pertumbuhan. Volume pengiriman melebihi perkiraan selama tiga bulan terakhir kuartal itu, didukung oleh melemahnya nilai tukar yen.
“Ekonomi Jepang diperkirakan akan terus tumbuh secara moderat, meskipun dengan laju yang melambat,” kata Bank of Japan (BOJ), Senin, 17/08/2026. Bank sentral itu menyoroti tingginya harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah.
BOJ baru-baru ini menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB tahun fiskal 2026 secara marginal menjadi 0,6% dari 0,5% sebelumnya. Tahun fiskal 2026 berakhir pada Maret 2027.
Risiko kenaikan harga energi kemungkinan akan diimbangi oleh langkah pemerintah menekan harga bahan bakar bagi rumah tangga. Peningkatan permintaan global terkait kecerdasan buatan (AI) dan rantai pasokan semikonduktor juga menjadi penyangga pertumbuhan jangka menengah.







