Bisnis

Bursa Asia Bergerak Beragam, Investor Pantau Ketegangan AS-Kanada dan Data Inflasi

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bursa Asia Bergerak Beragam, Investor Pantau Ketegangan AS-Kanada dan Data Inflasi

Sebarkan artikel ini
Bursa Asia Bergerak Beragam, Investor Pantau Ketegangan AS-Kanada dan Data Inflasi
Bursa Asia Bergerak Beragam, Investor Pantau Ketegangan AS-Kanada dan Data Inflasi
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 26/08/2026 — Bursa Asia-Pasifik bergerak bervariasi di tengah meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada serta penantian data inflasi PCE AS.

Ringkasnya…
  • Bursa Asia bergerak bervariasi
  • Nikkei 225 turun 0,5%, Kospi melemah 0,12%, ASX 200 naik 0,34%
  • Investor memantau perang dagang AS-Kanada dan data PCE AS
  • Perdagangan Rabu, 26/08/2026
  • Sentimen pasar hati-hati
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Melansir CNBC Indonesia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,5 persen. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,12 persen. Di sisi lain, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 justru menguat 0,34 persen.

Scroll Kebawah
Advertisement

Sentimen pasar dibayangi eskalasi konflik dagang AS dan Kanada. Ottawa pada Selasa mengumumkan tarif balasan terhadap produk AS secara “dolar untuk dolar”. Langkah ini merespons tarif 50 persen yang diberlakukan Presiden Donald Trump akhir pekan lalu setelah perundingan gagal.

Escalasi Perang Dagang AS-Kanada

Tarif baru Kanada mencakup lebih dari 700 jenis barang asal AS dengan nilai sekitar US$20 miliar. Nilai tersebut setara dengan besaran tarif impor terbaru Trump terhadap produk Kanada seperti anggur, semen, dan tongkat hoki.

Fokus pada Data PCE AS dan Obligasi

Investor juga menantikan rilis indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Juli. Data ini merupakan indikator inflasi favorit The Fed untuk menentukan kebijakan moneter.

Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan PCE naik 0,1 persen bulanan dan 3,6 persen tahunan. Perbandingannya, PCE Juni turun 0,1 persen bulanan namun naik 3,7 persen tahunan. Hasil data ini berpotensi menentukan ekspektasi suku bunga The Fed.

Perhatian tetap tertuju pada pasar obligasi AS setelah imbal hasil Treasury melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun pekan lalu. Yield obligasi tenor 30 tahun sempat mencapai level tertinggi hampir dua dekade.

Tekanan mulai mereda pada perdagangan Selasa setelah yield turun luas. Yield Treasury tenor 10 tahun merosot hampir 8 basis poin, memberikan ruang bagi investor sebelum data inflasi dirilis.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *